11 Tanda Orang yang Mati Husnul Khotimah, Salah Satunya Meninggal karena Tho'un, Penyakit Wabah atau Sampar


 Setiap mahkluk yang bernyawa pasti akan meninggal dunia. Itu sudah merupakan krtetapan Allah SWT.

Namun, bagaimana dan dalam keadaan apa seseorang mati itu meninggal tidak ada yang tahu selain Allah.

Untuk itu, sebagai umat muslim sebaiknya mempersiapkan diri dengan amal yang baik agar terhindar dari siksa kubur dan mati dalam keadaan yang baik.

Husnul khatimah sendiri merupakan akhir hidup yang baik. Ini merupakan suatu kondisi di mana seorang mukmin diberi taufiq oleh Allah sebelum datangnya kematian untuk meninggalkan segala perbuatan yang mendatangkan murka Allah, bersemangat melakukan ketaatan, dan mengerjakan berbagai kebaikat, kemudia dirinya menutup usianya dengan kebaikan.

Adapun tanda-tanda kematian husnul khatimah yang bisa diketahui oleh semua orang yang diterangkan dalam kitab Ahkamul janaiz karangan Syaikh Abdul Aziz Bin Baz, Syaikh Nashirudin Al Albani, Syeikh Utsaimin.

Dirangkum PORTAL JEMBER dari video tayangan Youtube Islam Update yang ditayangkan pada 31 Agustus 2020, berikut ini adalah tanda-tanda orang yang mati husnul khatimah.

1. Mengucapkan kalimat syahadat menjelang wafat

Mengucapkan syahadat secara lengkap sebelum meninggal dunia, karena itu merupakan pengakuan seseorang kepada Allah SWT sebagai Tuhan dan Nabi Muhammad SAW sebagai rasulnya.

2. Mengeluarkan keringat di dahi

Mengeluarkan keringat sebesar biji jagung di dahinya.

"Aku pernah mendengar rasulullah SAW bersabda, meninggalnya seorang mukmin dengan keringat di dahi." (HR. Ahmad)

3. Meninggal pada malam atau siang hari Jumat

Hari Jumat yang dimulai pada malam hari kamis menurut kalender mashi adalah hari yang paling mulia bagi umat Islam.

Di mana pada hari itu kita diperintahkan untuk sholat berjamaah atau sholat Jumat dan kita juga diperintahkan untuk memperbanyak dzikir dan amal ibadah lainnya. Bahkan ada keistimewaan lainnya pada hari Jumat yakni khususnya bagi mereka yang meninggal di hari itu.

4. Meninggal karena tho'un (penyakit wabah atau sampar)

Tha'un adalah wabah atau pandemi karena bisa menimpa dan menulari banyak orang. Tak memandang jenis kelamin, usia, kebangsaan, atau agama dalam suatu wilayah. Bahkan sampai menyebar ke mana-mana.

Adapun sampar adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri. Maka orang yang terkena musibah penyakit ini meninggal dalam keadaan husnul khatimah.

5. Meninggal karena sakit perut

Syaikh Abdullah Bin Jibrin menjelaskan bahwa sakit perut yang dimaksud adalah diare yang parah karena salah pencernaan atau bisa juga campuran makanan dan enzim pencernaan yang mempengaruhi lambung.

Campuran ini bisa mengganggu kestabilan makanan di dalam perut.

6. Meninggal karena tenggelam atau tertimpa reruntuhan

Seorang mukmin yang meninggal dunia karena tenggelam atau tertimpa reruntuhan bangunan, maka ia tergolong mati syahid dan matinya husnul khatimah.

7. Syahid di medan perang

Dikarenakan orang yang mati syahid di dalam agama Islam sangat mulia, Allah memberi keistimewaan bagi orang-orang yang mati syahid dengan mengampuni seluruh dosanya di awal terbunuhnya, diperlihatkan tempatnya di surga, dilindungi dari azab kubur, dibebaskan dari azab hari kiamat, diberikan perhiasan berupa iman, dinikahkan dengan bidadari surga dan bolehmemberikan syafaat kepada 70 anggota keluarganya di akhirat.

8. Wanita yang meninggal saat nifas atau melahirkan anaknya

Wanita yang meninggal pada saat persalinan atau pada saat masa nifas digolongkan sebagai mati syahid dan dijanjikan surga oleh Allah SWT.

9. Meninggal karena mempertahankan hartanya

Dalam mempertahankan hak milim, Islam memberikan hadiah yang spesial bagi seseorang yang meninggal dikarenakan mempertahankan hak miliknya tersebut, yaitu mati syahid.

10. Meninggal dalam keadaan mengerjakan kebaikan atau amal shaleh

Orang yang meninggal dalam keadaan berbuat baik dan mengerjakan amal shaleh karena Allah SWT, maka dia mati dalam keadaan husnul khatimah.

11. Meninggal saat menjaga perbatasan

"Berjaga-jaga (di jalan Allah) sehari dan semalam lebih baik daripada puasa sebulan dan sholat sebulan. Bila ia meninggal, amalnya yang biasa ia lakukan ketima masih hidup terus dianggap berlangsung dan diberikan rezekinya serta aman dari fitnah (pertanyaan kubur)." (HR. Muslim)