Allah Ada di Mana Sebelum Menciptakan Alam? Ini Jawaban Rasulullah, Cerdas!

 


Ada pertanyaan yang cukup menggelitik terkait wujud Allah sebelum Dia menciptakan alam raya. Pertanyaan ini akan sulit dijawab bila kita belum mengetahui apa yang disampaikan langsung oleh Rasulullah.

Oleh itu, mari kita simak sebuah hadits yang menjadi jawaban di mana Allah berada sebelum Dia menjadikan alam raya yang besar ini.

Nabi Muhammad Saw bersabda:

عَنْ وَكِيعِ بْنِ عُدُسٍ، عَنْ عَمِّهِ أَبِي رَزِينٍ، قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَيْنَ كَانَ رَبُّنَا عَزَّ وَجَلَّ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ خَلْقَهُ؟ قَالَ: «كَانَ فِي عَمَاءٍ مَا تَحْتَهُ هَوَاءٌ، وَمَا فَوْقَهُ هَوَاءٌ، ثُمَّ خَلَقَ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ

Artinya: “Dari Waki’ bin Udus, dari pamannya yaitu Abu Razin, ia berkata: Aku berkata: “Wahai Rasulullah, di manakah Tuhan kita Yang Maha Mulia sebelum menciptakan makhluknya?”. Rasulullah bersabda: “Allah berada di Ama’, di bawahnya tak ada udara dan di atasnya tak ada udara, kemudian Allah menciptakan Arasynya di atas Air”. (HR. Ahmad)

Dari keterangan hadits di atas jelas bahwa Allah berada di Ama' sebelum menjadikan alam raya ini. Lalu apa sih yang di aksudkan dengan Ama' ini? Imam al-Hafidz Ali al-Qari menjelaskan maksud kata Ama’ di atas sebagai berikut,

قَالَ الْقَاضِي: الْمُرَادُ بِالْعَمَاءِ مَا لَا تَقْبَلُهُ الْأَوْهَامُ وَلَا تُدْرِكُهُ الْعُقُولُ وَالْأَفْهَامُ، عَبَّرَ عَنْ عَدَمِ الْمَكَانِ بِمَا لَا يُدْرَكُ وَلَا يُتَوَهَّمُ، وَعَنْ عَدَمِ مَا يَحْوِيهِ وَيُحِيطُ بِهِ الْهَوَاءُ، فَإِنَّهُ يُطْلَقُ وَيُرَادُ بِهِ الْخَلَاءُ الَّذِي هُوَ عِبَارَةٌ عَنْ عَدَمِ الْجِسْمِ، لِيَكُونَ أَقْرَبَ إِلَى فَهْمِ السَّامِعِ

Artinya: “Sang Qadli berkata: Yang dimaksud dengan Ama’ adalah sesuatu yang tak bisa diterima oleh imajinasi dan tak bisa digapai oleh akal dan pemahaman. Nabi menunjukkan ketiadaan tempat dengan sesuatu yang tak bisa dimengerti dan diimajinasikan. Dan, juga memenunjukkan ketiadaan sesuatu yang memuatnya atau udara yang melingkupinya. Istilah ini secara mutlak dimaksudkan pada suatu kekosongsan murni (khala’) yang merupakan istilah bagi ketiadaan jism (materi). [Hal ini] agar lebih mudah dimengerti oleh pendengar” (Ali al-Qari, Mirqath al-Mafatih, IX, 3661).

Ama' adalah sesuatu yang tak bisa diterima oleh imajinasi dan tak bisa pula dijangkau oleh akal manusia. Ini artinya, Allah tidak bertempat di manapun. Dia berada di sesuatu yang tak bisa digapai oleh manusia.

Apa yang disampaikan Rasulullah di atas sejalan dengan hadits lain yang mengatakan demikian,

كَانَ اللهُ وَلَمْ يَكُنْ شَيْءٌ غَيْرُهُ

Artinya: “Allah telah ada dan saat itu tidak ada apa pun selain Allah” (HR Bukhari).

Allah SWT adalah Dzat yang tidak butuh pada tempat dan apapun sebagaimana manusia. Tidak ada bagi Allah permisalan di dunia ini yang sama dengan Dzatnya.

Wallahu A'lam.

Sumber: NU Online