Dosakah Merindukan Lawan Jenis yang Bukan Mahram? Begini Kata Buya Yahya

 


Rasa rindu merupakan perasaan yang lumrah terjadi, perasaan merindukan bukan hanya terhadap sesama manusia, tetapi juga terhadap makhluk lainnya, bahkan terhadap benda mati ataupun moment-moment tertentu.

Setiap manusia, pasti pernah bahkan sering merasakan rasa rindu, dan merindukan sesuatu itu adalah kewajaran.

Namun, yang menjadi bahaya adalah rasa rindu yang terlampau dalam, hingga akhirnya merindukan sesuatu itu menimbulkan stres karena mempengaruhi psikologi seseorang.

Berbicara mengenai rasa rindu, dosakan saat seseorang merindukan lawan jenis yang bukan mahram, atau bisa dikatakan pacarnya?

Dilansir kabarbanten.pikiran-rakyat.com dari chanel Youtube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menjelaskan bahwa merindukan termasuk mencintai seseorang yang bukan mahram bukan termasuk dosa.

"Akan tetapi, yang menjadi dosa adalah dengan kerinduan tersebut, membuat Anda mengarah pada perbuatan yang berdosa, maka itulah pointnya, " ujar Buya Yahya.

Berbicara mengenai merindukan lawan jenis tentu berkaitan dengan rasa cinta yang dialami.

Layaknya rindu, cinta juga merupakan hal yang pasti dan merupakan anugrah yang diberikan, selagi itu positif.

Menurut Buya Yahya, cinta itu rasional dan sangat-sangat masuk akal. Anda juga pasti tidak akan menerimanya kalau cinta tersebut tidak masuk akal.

Misalkan ada seorang laki-laki yang suka mencaci orang, tubuhnya hitam, korengan, suka memukul, apakah Anda akan mencintanya?

Tentu tidak karena itulah cinta merupakan suatu hal yang rasional yang dipikirkan matang.

Namun, cinta juga akan berlaku tidak benar meskipun rasional saat cinta tidak ditempatkan di tempat yang tidak benar.

Saat seseorang mencintai seseorang, tentu sebelumnya ada proses kecenderungan, dan kekaguman terhadap seseorang.

Kalau sebelumnya tidak berakal, tentu anda tidak akan melalui proses tersebut hingga akhirnya benar benar merasakan cinta tersebut.

"Bohong orang bilang tiba-tiba saya mencintai seseorang tanpa melihat mengagumi terlebih dahulu, itu bohong," ujar Buya Yahya.

Lebih lanjut, Buya Yahya menjelaskan, sekalipun seorang buta, tentu dia akan menggunakan akal semisal dengan mendengarkan ceritanya dll.

Cinta itu murni dan datang dari Allah, jadi cinta itu pasti adanya pada setiap orang, dan saat seseorang tidak punya cinta maka dia catat jiwanya.

Saat cinta diiringi dengan syahwat dan syariat, maka itulah puncak keindahan.

Sementara jika cinta diiringi syahwat tanpa syariat, maka itulah yang berbahaya, dan sengsara.

Untuk itu, saat anda merindukan orang lain atas dasar cinta terhadap lawan jenis tak masalah karena anugrah, namun jika kerinduan anda tersebut mengarah pada syahwat maka itu yang perlu diperhatikan karena sangat berbahaya. ***