Jangan Abaikan, 5 Kewajiban Anak Perempuan Kepada Orang Tua Setelah Menikah! Nomor 3 dan 5 Sering Dilupakan

 


Sebagai anak perempuan yang telah menikah, kewajiban yang harus dipenuhi tentu bukan lagi hanya kepada orang tua, melainkan kepada suaminya.

Islam sendiri memberikan perintah kepada muslimah agar selalu mentaati suaminya dan mengikuti suaminya. Dengan catatan, suami yang menjaga syariat agama dengan baik dan benar.

Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Keridhoan Allah SWT itu terletak pada keridhoan orang tua, dan murka Allah itu terletak pada murka orang tua.” (HR. Tirmidzi)

Meski sudah menikah dan menjadi seorang istri yang harus patuh kepada suami, bukan berarti seorang anak perempuan harus melupakan orang tuanya atau lepas dari tanggung jawabnya terhadap orang tua.

Ada kewajiban yang juga harus dipenuhi oleh seorang istri kepada orang tuanya.

Berikut 5 kewajiban seorang istri terhadap orang tuanya setelah menikah, diantaranya:

1. Tetap Berbakti Kepada Orang Tua

Sekalipun sudah menikah, seorang muslimah yang baik haruslah tetap taat dan berbakti kepada orang tuanya.

Namun tak jarang kita menemui di masyarakat kita masih banyak seorang istri yang setelah menikah, justru malah mengabaikan dan melupakan orang tuanya.

Jika ada seorang wanita muslimah yang setelah menikah kemudian mengabaikan kedua orang tuanya, maka Allah SWT akan menurunkan peringatan kepada keluarga saudaraku semuanya.

Saran kepada seorang istri, tetaplah berbakti kepada orang tua sampai kapanpun. Dan untuk suami, hindari untuk mempersulit seorang istri yang ingin berbakti kepada orang tuanya.

Yang terpenting adalah berbakti seorang istri dalam hal ini, bukan lantas mengabaikan kewajibannya untuk berbakti kepada suami.

Akan tetapi, berbakti untuk tidak melupakan kedua orang tuanya, dan tetap mengikuti saran orang tua yang baik, yang bisa diterapkan untuk keluarga.

2. Menjalin Silaturahmi dan Tetap Berkomunikasi

Meski anak perempuan sudah menikah, sangat dianjurkan untuk tetap bersilaturahmi dan menjalin komunikasi dengan keluarganya.

Silaturahmi dan komunikasi yang baik dari anak perempuan kepada orang tuanya, Insyaallah akan mendatangkan berkah dari Allah kepada keluarga.

Seorang suami tidak dianjurkan untuk memutuskan tali silaturahmi seorang istri kepada orang tuanya. Karena dari orang tua tersebutlah, telah lahir seorang anak perempuan yang saudaraku semuanya (laki-laki) ambil untuk dijadikan istri.

Saran kepada seorang istri, apabila ada kesempatan, cobalah ajak komunikasi suami untuk datang bersilaturahmi dengan orang tua (mertua). Karena dengan mempertahankan silaturahmi, Allah SWT akan memberikan berkah kepada keluarga.

3. Membantu Kehidupan Orang Tua

Saat kondisi orang tua kita semakin menua, tidak cukup tenaga untuk mencari nafkah sendiri, maka kewajiban seorang istri adalah membantu kehidupannya apabila mampu.

Tentu untuk membantu kehidupan orang tua istri haruslah dengan persetujuan dari suami. Apabila dirasa mampu dan mendapat izin dari suami, maka bantulah orang tua dari saudaraku semuanya.

Karena meringankan beban orang tua, terlebih lagi dalam hal perekonomian, Insyaallah akan memberikan rezeki yang jauh lebih besar lagi kepada keluarga saudaraku semuanya.

Dan saran untu seorang suami, hindarilah mempersulit istri saat hendak membantu orang tuanya dari segi ekonomi, apabila dirasa mampu.

Namun, apabila belum mampu, cukup mendoakan yang baik-baik untuk kedua orang tua istri dan selalu mengasihi kedua orang tuanya.

4. Tidak Menggantungkan Diri Pada Orang Tua

Mungkin saat wanita dipinang oleh laki-laki, kondisi dari wanita tersebut belum bekerja.

Oleh karena itu, seorang wanita tidak dianjurkan untuk menggantungkan dan menyulitkan orang tua setelah menikah, karena saat wanita sudah menikah maka kewajiban nafkah sepenuhnya adalah dari suami.

Dan suami harus sadar betul akan kewajibannya menafkahi istri sebelum memutuskan untuk menikahinya. Karena dalam hal ini, tugas dari orang tua perempuan sudah selesai untuk mendidik dan merawat anaknya, sehingga kewajiban tersebut mutlak berpindah kepada suaminya.

Jadi sangat tidak dianjurkan, saat wanita sudah menikah, tapi masih menyulitkan orang tua dalam hal perekonomian keluarganya. Karena hal ini bisa memicu pertengkaran antara anak (perempuan) dan orang tuanya sendiri.

Berbeda jika orang tua anak perempuan tersebut mampu dari segi ekonomi dan atas kehendaknya sendiri ingin memberikan sesuatu kepada anaknya. Hal ini bisa dikatakan sebagai hadiah orang tua kepada anak.

Jika seperti itu yang terjadi, maka tidak ada masalah. Yang terpenting adalah, seorang anak harus amanah dengan apa yang diberikan orang tuanya.

Karena bisa jadi, pemberian tersebut adalah sesuatu hal yang belum bisa diwujudkan oleh keluarga dari saudaraku semuanya.

5. Merawat Orang Tua Dimasa Rentanya

Tidak ada satupun manusia yang tidak akan mengalami masa tua. Oleh sebab itu, kewajiban seorang istri dikala orang tuanya sudah memasuki usia tua, maka sangat dianjurkan untuk terus merawat dan memerhatikan kondisi orang tuanya.

Oleh sebab itu, kewajiban seorang istri dikala orang tuanya sudah memauski usia tua, maka sangat dianjurkan untuk terus merawat dan memerhatikan kondisi orang tuanya.

Wallahu a’lam bishawab.***