Jangan Ucapkan 7 Kalimat Ini Saat Bicara dengan Anak, Ibu Harus Tahu!

 


Setiap orang tua pasti memiliki gaya pengasuhan atau pola asuh anak yang berbeda-beda.

Tentu saja, setiap ibu menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya, termasuk dalam membangun hubungan ibu dan anak yang baik.

Salah satu cara untuk mewujudkannya yaitu dengan menerapkan komunikasi yang baik dengan anak.

Namun, dalam praktiknya, seringkali anak tidak memahami apa yang kita ucapkan, begitu pula sebaliknya.

Tak jarang, hal itu membuat kita mengucapkan kalimat-kalimat yang seharusnya tidak kita ucapkan kepada anak.

Kalau sudah begitu, anak bisa merasa sakit hati, bahkan takut untuk menyampaikannya kepada kita suatu hari nanti.

Melansir dari Bright Side, hindari penggunakan beberapa kalimat berikut saat berbicara dengan anak.

Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan

Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

1. “Jangan membuatku marah!”

Kalimat seperti ini termasuk ancaman atau kekerasan verbal, di mana menunjukkan rasa tidak suka pada perbuatan anak.

Jika kita tidak memaklumi, berikan mereka evaluasi dan alternatif apa yang bisa dia gunakan untuk menjadi lebih baik.

2. "Apa harus aku ulangi hingga 100 kali?"

Memberi nasehat kepada anak memang tidak cukup satu atau dua kali, terlebih mereka masih balita.

Cobalah tanyakan pada diri sendiri, apakah kita mendisiplinkannya dengan baik juga tapi tetap membuatnya tidak paham hingga saat ini.

3. "Itu bukan masalah besar."

Bagi anak-anak, orang tua adalah orang yang dapat mereka percaya untuk memvalidasi perasaan dan pengalamannya.

Jadi, ketika kita mengatakan bahwa mereka konyol atau salah, kita menganggap perasaannya tidak penting dan meremehkannya.

4. "Aku tahu kamu tidak bermaksud menyakitinya."

Anak-anak juga mengalami emosi negatif dan bertindak buruk, bahkan berpotensi menyakiti orang lain secara fisik atau mental.

Akui itu, mereka sadar melakukannya. Sebagai orang tua, kita harus membantu anak menerima perasaan negatif mereka dan belajar mengendalikannya.

5. "Dia tidak melakukannya dengan sengaja."

Tentu saja, setiap anak membutuhkan dukungan dan perlindungan dari orang tuanya.

Namun, ketika orang tua mencoba melindungi anak-anak mereka dari semua kemungkinan kesulitan, itu bisa menjadi bumerang di kemudian hari.

Terkadang kita harus membiarkan anak melakukan kesalahan atau pilihan yang salah dan bertanggung jawab untuk itu.

6. "Berbagi adalah peduli."

Kedermawanan adalah kualitas yang luar biasa, sehingga sebagian orang tua berusaha menanamkannya pada anak-anak sejak dini.

Namun, bagi anak balita belum begitu tahu apa itu empati dan mengapa mereka harus berbagi mainan dengan anak lain.

Saat kita membuat anak memberikan barang favoritnya kepada anak lain, itu menanamkan ide bahwa untuk mendapatkan sesuatu harus menangis dulu seperti anak lain itu.

7. "Tetap di sini, aku pergi."

Sepertinya setiap orang tua sering bilang begini untuk berpisah dengan anaknya agar berani di tempat baru mereka.

Kita meninggalkannya di suatu tempat yang masih asing bagi mereka dan membuatnya menunggu kita untuk menjemputnya.

Mungkin menurut kita baik-baik saja, tapi kita tidak memahami apakah mereka ketakutan, malu, atau khawatir di tempat baru yang baginya membahayakan itu.