Seperti Inilah Gambaran Jembatan Shirathal dan Cara Manusia Melewatinya Menurut Ustadz Khalid Basalamah


 Tangkap layar ilustrasi jembatan shirath yang membentang di atas neraka dan berujung pada surga. /Youtube/Penuntut IlmuKelak di akhirat, manusia akan diadili oleh Allah yang Maha Adil.

Setelah itu, manusia akan melewati sebuah jembatan panjang yang disebut shirath atau shirathal mustaqim.

Jembatan ini membentang begitu panjang di atas neraka dan berujung pada surga.



Lantas, sebenarnya seperti apa jembatan shirath itu dan bagaimana cara manusia melewatinya?

Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan hal ini dalam sebuah video di kanal Youtube Penuntut Ilmu pada tanggal 16 Agustus 2020.

Ustadz Khalid Basalamah mengatakan bahwa ketika proses hisab telah selesai dan orang kafir sudah dilempar ke neraka, maka di tempat timbangan amal itu tinggal orang-orang beriman.

Ada sebuah hadits yang cukup panjang mengatakan ketika semua orang mukmin berkumpul hingga surga sudah kelihatan.

Mereka lalu mendatangi Adam dan memintanya untuk berdoa kepada Allah supaya membukakan pintu surga. Namun, Adam menolak karena justru karena ia manusia dikeluarkan dari surga.

Mereka lalu mendatangi Nabi Ibrahim, namun Nabi Ibrahim mengatakan tidak layak.

Mereka mendatangi Nabi Musa, namun beliau memberikan jawaban yang sama hingga mereka mendatangi Nabi Isa dan tetap mendatapi jawaban sama.

Akhirnya mereka mendatangi Nabi Muhammad dan beliau berkenan berdoa kepada Allah, maka dibentangkanlah jalan yang disebut shirath di atas neraka.

"Jalan ini bukan jalan biasa. Jalan yang sangat licin, gelap, dipenuhi dengan besi-besi tajam yang akan menyentuh tubuh orang-orang tertentu," kata Ustadz Khalid Basalamah.

Kanan shirath ada malaikat yang siap memotivasi orang-orang beriman untuk lewat dan sebelah kiri ada malaikat yang akan menjatuhkan orang yang layak jatuh.

Orang yang melewati shirath hanyalah orang beriman yang terdiri dari dua golongan. Golongan yang lolos dan langsung masuk surga, serta golongan yang jatuh dulu ke neraka.

Saat melewati shirath, maka akan terasa panasnya neraka dan teriakan orang yang disiksa di dalamnya.

Orang yang pertama melewati shirath akan berjalan secepat kilat, yakni dari golongan Nabi, syuhada, orang terpilih masuk surga tanpa hisab dan anak-anak muslim yang meninggal sebelum baligh.

Golongan kedua akan lewat seperti burung yang terbang. Selanjutnya, seperti lelaki yang berjalan cepat.

Bahkan, ada golongan yang tak mampu berjalan, melainkan sampai merangkak.

Ada yang badannya terkoyak besi-besi tajam di sisi shirath, tapi selamat. Ada pula yang akhirnya terjatuh.

Jika ada orang yang jumlah pahala dan dosanya seimbang, maka Allah akan ampuni sedikit dosanya hingga pahalanya lebih banyak.

Namun, dosa-dosanya itu akan membuat badannya terkoyak saat melewati shirath, namun akhirnya selamat.

Seberapa cepat manusia melewatinya bergantung pada amalnya karena amal yang akan menggerakkan manusia melewati shirath.***