Siapakah Manusia yang Pertama Kali Masuk Neraka? Ini Sebab Diseret Mukanya dalam Kondisi Telungkup

 


Siapakah golongan yang pertama kali Allah masukkan ke neraka? Berikut ini penjelasannya.

Surga dan neraka merupakan tempat terakhir yang dijanjikan oleh dalam firmanNya.

Sebagai tempat terakhir berarti sebagai tujuan akhir bagi manusia yang hidup di dunia.

Hal ini lantaran kehidupan di dunia hanya bersifat sementara dan akhirat untuk selama-lamanya.

Jadi, untuk menuju kehidupan yang abadi ini ditentukan dari amalan dan ibadah selama hidup di dunia.

Maka, Allah akan memilih makhlukNya sesuai kriteria yang diinginkan surga dan neraka.

Allah menjamin surga bagi hamba-Nya yang menjalankan perintahNya dan menjauhi larangan Nya.

Sementara, Allah juga mengancam manusia yang berbuat dosa agar masuk ke neraka dengan siksaan yang amat pedih.

Lantas, golongan seperti apa yang dimasukkan oleh Allah ke neraka pertama kali?

Berikut ini ulasannya yang dibagikan melalui kanal YouTube Nasihat Muslim.

Siapa sih yang mendambakan masuk neraka?

Setiap orang pasti tidak ingin menjadi penghuni neraka apalagi menjadi yang pertama kali masuk ke dalamnya.

Membayangkannya saja sudah luar biasa menakutkan dan mengerikan karena siksaan yang ada di dalam neraka.

Dala sebuah hadits disebutkan bahwa ada tiga golongan manusia yang pertama kali dimasukkan ke neraka. Siapakah mereka?

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu, ia berkata,

Aku mendengar Rasulullah Sholallahu'alaihi wa sallam bersabda,

"Sesungguhnya manusia pertama yang diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid di jalan Allah. Dia datangkan dan diperlihatkan kepadany kenikmtan (yang diberikan ketika di dunia), lalu ia pun mengakuinya. Allah Ta'ala bertanya kepadanya, Amal apakah yang engkau lakukan dengan kenikmatan itu? Ia menjawab, " Aku berperang semata-mata karena Engkau sehingga aku mati syahid."

allah berfirman, "Engkau dusta, engkau berperang supaya dikatakan sebagai seorang yang gagah berani. Memang begitulah yang telah dikatakan tentang dirimu."

Kemudian diperintahkan kepada Malaikat agar menyeret mukanya dalam keadaan telungkup, lalu dilemparkan ke neraka.

Berikutnya orang yang diadili adalah orang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al-Qur'an.

Dia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan (yang diberikan ketika di dunia), lalu ia pun mengakuinya.

Allah Ta'ala bertanya kepadanya, Amal apakah yang engkau lakukan dengan kenikmatan itu? Ia menjawab, "Aku menuntut ilmu dan mengajarkannya serta aku membaca Al-Qur'an hanyalah karena engkau.

Allah berfirman, "Engkau dusta, engkau menuntu ilmu agar dikatakan sebagai orang yang alim dan engkau membaca Al-Qur'an supaya dikatakan sebagai seorang Qori. Memang begitulah yang telah dikatakan tengan dirimu."

Berikutnya orang yang diadili adalah orang yan diberikan kelapangan rezeki dan berbagai macam harta benda.

Allah Ta'ala bertanya kepadanya, amal apakah yang engkau lakukan dengan kenikmatan itu? Ia menjawab, "Aku tidak pernah meninggalkan sedekah dan infak pada jalan yang engkau cintai, melainkan pasti aku melakukannya semata-mata karena Engkau."

Allah berfirman, "Engkau dusta, engkau berbuat demikian supaya dikatakan sebagai orang dermawan. Memang begitulah yang telah dikatakan tentang dirimu."

Kemudian diperintahkan kepada Malaikat agar menyeret mukanya dalam keadaan telungkup, lalu dilemparkan ke neraka. (HR. Muslim)

Penyebab ketiga golongan itu masuk neraka ternyata karena amal yang mereka lakukan dilandasi dengan Riya',

Mungkin kelihatannya Riya' adalah perbuatan yang dianggap sepele.

Namun, Riya' bisa menyebabkan orang yang berjihad, orang yang berilmu dan orang yang punya harya dimasukkan ke neraka.

Mereka beramal bukan karen mencari ridho Allah, tetapi karena mereka mengharapkan pujian dan keuntungan dari manusia.

Akibatnya gugurlah pahalanua dan sia-sia amalnya.

Oleh karenanya, murnikan niat semata-mata karena Allah Ta'ala dalam setiap amalan yang kita lakukan.

Demikianlah golongan orang yang masuk neraka pertama kali.

Semoga kita tidak termasuk ke dalamnya dan senantiasa diberikan petunjuk dan hidayah dari Allah Ta'ala.