Transplantasi Ginjal Babi ke Manusia Sukses, Pakar: Wajar, Karena Secara Genetik Mirip

 


Para dokter yang melakukan transplantasi ginjal babi kepada manusia. (REUTERS/Joe Carrotta for NYU Langone Health Handout/)

Pakar epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko menanggapi terkait Ilmuwan Amerika Serikat di Pusat Kesehatan NYU, New York City, AS yang sukses melakukan transplantasi ginjal babi ke manusia untuk pertama kali.

Menurut Tri, hal tersebut wajar terjadi karena genetik dari babi mirip dengan genetik manusia. Kendati demikian, keberhasilan tersebut harus ditentukan dari berapa lama orang itu bertahan setelah ditransplantasi ginjal babi.

"Wajar, karena secara genetik babi itu mirip dengan genetik manusia," ucap Tri saat dihubungi Indozone, Kamis (21/10/2021).

Ia menjelaskan transplantasi ginjal babi tersebut bisa dikatakan berhasil ketika ditinjau minimal selama tiga tahun, dan dilakukan apabila dua ginjal dari manusia tersebut sudah rusak.

Apabila salah satu ginjal masih berfungsi dengan baik, Tri menilai transplantasi tersebut tidak berhasil, namun juga tidak ditolak secara akut. Artinya nanti setelah satu hingga dua tahun ginjal itu akan kronis.

"Bisa saja ditolaknya pelan-pelan. Kalau kronis nanti satu-dua tahun ginjalnya mengecil enggak, kalau ginjal babi itu mengecil, berarti ditolak tapi kronis, ditolak pelan-pelan," tandasnya

Diberitakan sebelumnya, dilansir dari Reuters, Rabu (20/10/2021), transplantasi itu dilakukan di NYU Langone Health di New York City. Prosedur itu juga menggunakan ginjal babi yang gennya telah dimodifikasi untuk menyingkirkan molekul tertentu yang menyebabkan sistem kekebalan manusia menolak organ hewan.

Menurut Reuters, penerima ginjal babi tersebut adalah pasien koma yang mengalami gangguan fungsi ginjal. Keluarga subjek menyetujui transplantasi ginjal babi sebelum dia dicabut alat bantu hidupnya.