Ustadz Abdul Somad Menerangkan Tentang Hukum Menjual Pakaian yang Membuka Aurat

 


Menjual daster pendek diperbolehkan asal bisa memastikan yang membeli berjilbab panjang. /Unsplash/BBH Singapore

Dalam dunia perdagangan Islam, Rasulullah adalah panutan.

Sebagai muslim, sudah sewajarnya jika kita meniru apa yang beliau kerjakan.

Lalu bagaimana jika kita sudah berupaya setekun beliau, tetapi ada hal lain yang merisaukan?

Misalnya sebagai pedagang pakaian, kita menjual daster pendek yang tidak menutupi aurat. Padahal sebagai muslim kita tahu bahwa memakai baju yang menampakkan aurat adalah dosa.

Apakah diperbolehkan menjualnya? Bagaimana pula pandangan Islam jika menjual pakaian yang tak menutup aurat seperti daster pendek?

Menanggapi perkara tersebut Ustadz Abdul Somad mengatakan kalau bisa memastikan bahwa yang membeli daster tadi berjilbab panjang, maka ia menyilakan untuk menjualnya, seperti dikutip KabarLumajang.com dari sebuah video berjudul HUKUM MENJUAL PAKAIAN YANG MEMBUKA AURAT ? di kanal YouTube Ustadz Abdul Somad Official Senin, 22 Juni 2021.

"Kenapa? Karena dia tidak akan pakai daster di luar rumah," terangnya.

"Kalau ada emak-emak, ibu-ibu ... beli daster ke toko saya, saya jual daster itu karena dia pakai jilbab. Lalu daster ini dipakai di mana? Dipakainya di kamar yang hanya ditengok oleh lakinya," terang Ustadz Abdul Somad.

Selain hal itu, selaku muslim sepatutnya kita meniru apa yang Rasulullah kerjakan.

Sebagai pebisnis Rasulullah, tak hanya dikenal handal. Namun, beliau juga seorang yang jujur dan dapat dipercaya.

Rasulullah benar-benar menjalankan perintah Allah dan menjauhi pula larangan-larangan-Nya sewaktu berbisnis.

Jika kita terapkan ini berarti bersikap jujur sewaktu bertransaksi dengan siapa saja. Tidak berbohong tentang kualitas suatu barang demi keuntungan sendiri.

Tidak menaikkan harga barang padahal kualitasnya tak sepadan. Juga tidak mencurangi timbangan, baik dengan cara menambah atau mengurangi beratnya, sehingga konsumen dirugikan.

Dalam Qur'an surat Al-Muthaffifin ayat 1-3 Allah berfirman:

"Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi."