Apa Tanda Taubat Diterima Allah Ta'ala? Ustadz Adi Hidayat Beri Bocorannya

 


Ustadz Adi Hidayat menjelaskan ciri seseorang jika taubatnya diterima oleh Allah Ta'ala /Tangkapan layar youtube.com / Adi Hidayat Official

Dosa kecil, sedang maupun besar, dan setiap pelanggaran ada sanksinya.

Allah lah yang menetapkan sanksinya, walau pada akhirnya hanya Allah dengan segala rahasianya yang juga memberikan keputusan terakhir, diampuni atau disiksa.

Allah juga memerintahkan kepada umat Muslim untuk melakukan taubat.

Bagi siapapun yang ingin bertaubat, yakni melakukan sholat, memperbanyak dzikir, berdoa kepada Allah, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, maka ada kemungkinan diampuni semua dosanya.

Lalu, bagaimana tandanya jika taubat yang dilakukan sudah diterima oleh Allah?

Dikutip PortalJember.com dari kanal Youtube Majlis Islami yang diunggah pada tanggal 9 Desember 2020 menjelaskan mengenai hal tersebut.

"Qul ing kuntum tuhibbunallaha fattabi'uni yuhbibkumullahu wa yagfir lakum zunubakum, wallahu gafurur rahim"

"Katakanlah (Muhammad), 'Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.' Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."

Dari ayat di atas dapat diketahui salah satu cara taubat agar semua dosa-dosa bisa diampuni oleh Allah.

Cara tersebut adalah dengan serius melaksanakan ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad

Salah satu ajarannya adalah dengan sering membaca istighfar, memohon ampunan kepada Allah ta'ala. Dengan begitu, Allah bisa mengampuni dosa dari hamba yang bertaubat tersebut.

Menurut para ulama, ciri-ciri seseorang yang taubatnya diterima dan dosanya diampuni oleh Allah adalah tidak mengulangi maksiat yang sama ataupun maksiat lainnya.

Jadi, saat taubat sudah diterima, Allah akan menjaga hamba tersebut dari perbuatan dosa. Orang tersebut tidak akan lagi berbuat dosa dan berganti menjadi perbuatan amal sholeh.

Sholeh lawannya adalah salah, hingga ketika yang salah hilang, maka yang sholeh akan muncul. Mencuri adalah perbuatan salah. Ketika bertaubat, salah tersebut bisa menjadi sholeh dengan rajin bershodaqoh, misalnya.

Seseorang yang mulai terbiasa meninggalkan kalimat buruk (salah), maka akan biasa mengucapkan kalimat baik (sholeh). Ketika mulai terbiasa meninggalkan maksiat (salah) setelah bertaubat, maka akan mulai terbiasa berbuat taat (sholeh).

Inilah penjelan Ustadz Adi Hidayat Mengenai Bagaimana tandanya jika taubat yang dilakukan sudah diterima oleh Allah.***