Bagaimana Hukumnya Ikut Arisan Menurut Pandangan Islam? Simak Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah


 Ilustrasi uang arisan.

Reporter: Tiara Susma

- Arisan merupakan kegiatan yang sudah menjadi budaya bagi masyarakat Indonesia.

Budaya arisan diminati oleh banyak orang dan tak mengenal gender maupun usia.

Ada beberapa jenis arisan seperti arisan perlengkapan rumah tangga, elektronik, kendaraan hingga tabungan haji.

Sistem arisan biasanya cukup membayar uang pada tiap periode tertentu untuk mendapatkan barang yang diinginkan.

Selain itu, arisan juga biasanya terbebas dari bunga.

Tak heran jika banyak orang tertarik mengikuti arisan.

Lantas, bagaimana hal tersebut dalam pandangan Islam?

Apakah arisan diperbolehkan atau justru dilarang?

Ustaz Khalid Basalamah memberikan penjelasan terkait hal tersebut.

Hal itu seperti dilansir dari video yang diunggah di YouTube Kajian Sunnah.

Ustaz Khalid Basalamah menegaskan ada baiknya menjauhi arisan.

Pasalnya, pada dasarnya arisan tak berbeda jauh dari utang.

"Arisan lebih baik dijauhi, memang arisan itu sebenarnya utang, utang yang diatur supaya kesannya bukan utang," ujar Ustaz Khalid Basalamah.

"Orang itu kalau berhutang dalam agama, kalau darurat baru boleh, kalau nggak darurat nggak boleh," imbuhnya.

Ustaz Khalid Basalamah pun menganjurkan untuk menghindari berhutang, kecuali saat dihadapkan pada situasi mendesak.

"Kalau orang mati punya utang, ruhnya akan tergantung antara langit dan bumi," tutur Ustaz Khalid Basalamah.

Lebih lanjut, Ustaz Khalid Basalamah menegaskan arisan memang hukumnya tidak haram, hanya saja lebih baik dihindari.

Namun, hal itu diperbolehkan jika dimaksudkan untuk membantu sesama.

"Saya tidak katakan haram, lebih baik jangan. Satu-satunya yang dibolehkan para ulama, khusus masalah ini adalah kalau seseorang memang meniatkan bahwasanya arisan diadakan untuk saling bantu, untuk sosial," pungkasnya.

Berikut video lengkapnya:

Meminjam Uang Atau Hutang ke Bank Demi Bisa Umroh, Apakah Diperbolehkan? Simak Penjelasan Buya Yahya

Umroh merupakan kegiatan ibadah dengan mengunjungi Baitullah atau (Masjidil Haram).

Ibadah umroh bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Sebagian besar umat Muslim tentu ingin menjalankan umroh dan merasakan beribadah langsung di depan Kabah.

Alhasil, banyak umat Muslim pun berbondong-bondong mendaftar umroh ke agen perjalanan.

Saking inginnya umroh, ada yang sampai rela meminjam uang atau berhutang ke bank.

Apakah boleh meminjam uang dari bank demi bisa menjalankan ibadah umroh?

Apalagi dalam Islam, meminjam uang dari bank termasuk riba.

Buya Yahya memberikan penjelasan terkait hal tersebut.

Hal itu seperti dilansir dari video yang diunggah di YouTube Al-Bahjah TV.

Buya Yahya tak menganjurkan untuk meminjam uang dari bank demi bisa umroh.

"Nggak benar itu, jangan dipaksain semacam itu.

Itu biasanya hanya pengen bangga-banggaan di dunia saja, hanya pengen umroh sekeluarga," tutur Buya Yahya.

Buya Yahya menyebut bayar umroh dengan cara meminjam uang atau berhutang tidaklah dianjurkan.

Bahkan jika pinjaman tersebut halal sekalipun.

"Pinjam dengan cara yang halal saja tidak dihimbau, apalagi pinjam yang haram," beber Buya Yahya.

"Tidak usah semacam itu, kalau anda ingin umroh dari rizki yang memang sudah dihadirkan oleh Allah," imbuhnya.

Buya Yahya pun mengingatkan untuk tak memaksakan kehendak jika tak memiliki uang untuk umroh.

Apalagi sampai harus berhutang demi bisa pergi umroh.

"Tidak usah memaksakan seperti itu, kalau anda nggak punya duit, sholat dhuha pun adalah pahala seperti haji dan umroh," pungkasnya.