Bandingkan isi Alkitab dan Al Quran, penyanyi Tere protes: Kenapa saya lahir di keluarga tidak Muslim


 Penyanyi Tere. Foto: YouTube Ngaji Cerdas

Penyanyi Tere memutuskan untuk pindah agama dari Kristen ke Islam setelah membandingkan isi Alkitab dan Al Quran. Penyanyi yang hits di era 2000-an itu mengubah namanya menjadi lebih Islami, Annisa Theresia Ebenna Ezeria setelah menjadi seorang mualaf. Lantas, bagaimana perjalanan pindah agama penyanyi Tere? Simak ulasan berikut.

Penyanyi Tere pindah agama

Tere mulai penasaran dengan isi Al Quran setelah temannya menyebut bahwa Yesus dikenal sebagai Nabi Isa AS dalam ajaran agama yang temannya anut, yakni Islam. Ia mempelajari sendiri bagaimana isi Al Quran. Tere mempelajari banyak surat dalam Al Quran. Mulai dari Surat Nisa Ayat 157-158 tentang Nabi Isa AS. Hingga akhirnya ia membaca Surat An Nisa Ayat 171 yang ia sebut sebagai surat cinta Allah untuknya.

“Dan di ayat 171 dari Surat An Nisa, adalah sebuah surat yang kalau saya bilang itu surat cinta Allah buat saya. Yang isinya kurang lebih Bismillahirrohmanirrohim, wahai ahli kitab janganlah engkau berlebih-lebihan dalam agamamu, karena sesungguhnya Nabi Isa, putra Maryam itu adalah seorang rasul yang diperkuat dengan Ruhul Qudus. Jadi jangan katakan Tuhan itu tiga. Dari situ saya seperti ditarik dari ruang gelap yang hampa menuju cahaya terang,” kata penyanyi Tere melansir YouTube Ngaji Cerdas pada Rabu (10/11/21).

Meski begitu, proses Tere hingga akhirnya memutuskan untuk menjadi seorang mualaf tidaklah mudah. Banyak pertanyaan yang kemudian muncul di benak pelantun Awal Yang Indah itu.

“Walaupun memang enggak mudah prosesnya. Saya sempat mengalami gegar kepercayaan karena stress ‘hah selama ini saya mendapatkan informasi yang tidak valid’. Itu membuat saya seperti kayak mungkin protes ‘kok bisa sih kenapa harus saya tahunya sekarang, kenapa saya dapatnya di keluarga yang tidak Muslim?’,” tuturnya.

Bahkan, Tere sempat menjadi seorang agnostik. Diketahui menurut KBBI, agnostik adalah orang yang berpandangan bahwa kebenaran tertinggi (misalnya Tuhan) tidak dapat diketahui dan mungkin tidak akan dapat diketahui.

“Banyak sekali pertanyaan saya sampai akhirnya saya sempat agnostik, karena di satu sisi saya melihat ajaran yang disampaikan dalam kitab suci ini adalah kebenaran. Karena banyak sekali validitas yang konstruksi dari Al Quran itu memang kalau kita baca secara komperehensif itu luar biasa, banyak sekali keterangan yang sangat ilmiah,” ujarnya.

Bandingkan Alkitab dan Al Quran

Penyanyi yang dulu bernama lengkap Theresia Ebenna Ezeria Pardede tersebut kemudian membandingkan isi Alkitab dan Al Quran. Setelah memahami isi Al Quran, Tere mengucap dua kalimat syahadat pada 2 September 2000.

“Sementara saya sendiri menyadari bahwa kitab suci yang saya yakini dulu punya banyak black hole, karena mulai dari kisah silsilahnya Yesus atau Nabi Isa AS aja ada kejanggalan, antara versi injil yang satu dengan injil yang lain. Terus juga ayat yang satu dengan yang lain kontradiktif. Makannya ketika saya melihat perbandingannya yang sangat berbeda, itu sebenarnya di satu sisi saya sudah bisa melihat secara ilmiah. Ini lebih bisa dipertanggung jawabkan,” pungkas penyanyi Tere.