Deretan Peristiwa dalam Alquran yang Terbukti Nyata, Jasad Firaun Masih Utuh hingga Fungsi Gunung


 Alquran menjadi kitab bagi Umat Islam, yang berisi firman Allah SWT.

Firman-firman Allah SWT diturunkan melalui Nabi Muhammad SWT sebagai penerang bagi Umat Islam.

Bukan hanya sebagai penyelamat Umat Islam saat berada di akhirat, Alquran berisikan kebenaran yang sudah dan akan terjadi di muka bumi, termasuk keajaiban yang tak bisa dinalar manusia.

Satu di antara keajaiban Alquran adalah terpeliharanya keaslian isi.

Alquran tidak berubah sedikitpun sejak pertama kali diturunkan pada malam 17 Ramadan (14 abad yang lalu) hingga saat ini dan bahkan mungkin sampai hari kiamat nanti.

Beberapa ilmuan menemukan fakta mencengangkan yang ternyata telah termaktub dalam Alquran yang datang sebelum penelitian diadakan.

Berikut 6 ayat Alquran yang terbukti secara ilmiah.

1. Sungai di Bawah Laut

Definisi sungai sendiri adalah aliran air yang besar, memanjang, kemudian mengalir secara terus-menerus dari hulu (sumber) menuju hilir (muara).

Namun melihat penelitian yang baru saja dilakukan oleh ilmuan Jacques-Yves Cousteau, pakar peneliti dunia bawah laut asal Mexico, sepertinya sungai perlu didefinisikan ulang.

Penelitian yang ia tekuni menemukan bahwa terdapat sungai di dalam lautan.

Jadi akan ada bagian dari lautan yang mempertemukan antara air tawar dan asin.

Sungai bawah laut tersebut terjadi karena terdapat perbedaan tekanan lapisan air.

Hal inilah yang telah disampaikan Alquran lewat surat Ar-Rahman ayat 19-20 dan surat Al-Furqan ayat 53 yang artinya:

“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.”

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.”

2. Jasad Firaun yang Masih Utuh

Fir’aun merupakan gelar yang digunakan untuk para penguasa, pemimpin keagamaan dan pemimpin politik pada Mesir kuno.

Pada tahun 1975 presiden Perancis menawarkan kepada Kerajaan Mesir bantuan untuk meneliti, mempelajari dan menganalisis mumi Firaun, Ramsess II, yang sangat terkenal.

Ramsess II diceritakan mati tenggelam dalam Laut Merah ketika mengejar Nabi Musa dan pengikutnya. Dipimpin oleh dokter Prof. Dr.

Maurice Bucaille, penelitian ini berhasil menemukan fakta bahwa terdapat sisa-sisa garam yang masih melekat pada jasad mumi tersebut sebagai bukti besar bahwa Firaun mati akibat tenggelam di dalam laut.

Selain itu diketahui juga perihal jasad yang dikeluarkan dari laut, dirawat, dan dijadikan mumi hingga dapat awet hingga sekarang.

Alquran yang datang beberapa dekade sebelum penelitian ini telah menjelaskan dalam surat Yunus ayat 92 yang artinya

“Maka hari ini, Kami biarkan engkau (hai Firaun) terlepas dari badanmu (yang tidak bernyawa ditelan laut), untuk menjadi tanda bagi orang-orang setelahmu (supaya mereka mengambil pelajaran). Dan (ingatlah) sesungguhnya kebanyakan manusia lengah terhadap tanda-tanda kekuasaan Kami!"

3. Segala Sesuatu Diciptakan Berpasangan

Umat muslim pasti pernah mendengar arti dari surat QS Adz-Zaariyat ayat 49: “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.”

Menurut ayat ini, Allah telah menciptakan segala sesuatunya secara berpasangan, termasuk berbagai partikel yang ada di bumi.

Seorang ilmuwan asal Inggris, Paul Dirac, berhasil melakukan penelitian yang membuktikan bahwa materi diciptakan secara berpasangan (terdapat proton dan neutron dalam elektron).

Penemuannya dinamakan ‘Parite. Dia memperoleh Nobel di bidang fisika pada tahun 1933 karena penemuannya itu..

Air adalah salah satu komponen pembentuk kehidupan, apabila ada cadangan air disuatu tempat, dipastikan ada kehidupan di dalamnya.

Kemudian ternyata benar bahwa segala yang bernyawa, termasuk tumbuhan bersel satu pasti mengandung air dan juga membutuhkan air.

Keberadaan air adalah satu indikasi adanya kehidupan. Tanpa air, mustahil ada kehidupan. Surat Al- Anbiya menjelaskannya di ayat 30: “…dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup…

5. Selat Gibraltar (Pertemuan Dua Jenis Air Laut Yang Berbeda)

Hal ini sudah dijelaskan dalam Alquran.

“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.”(Q.S. Ar-Rahman:19-20)

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.”(Q.S. Al-Furqaan:53)

Penjelasan secara fisika modern baru ada di abad 20 M oleh ahli-ahli Oceanografi. Firman di Al Quran itu diturunkan di abad ke 7 M, empatbelas abad yang lalu.

6. Fungsi Gunung

“Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka...” (QS. Al-Anbiya : 31).

Sebagaimana dalam ayat Alquran di atas, sungguh Allah Yang Maha Kuasa telah menjelaskan kepada kita bahwa sebenar-benarnya Dia menciptakan gunung-gunung yang kokoh adalah untuk menahan bumi daripada goncangan, yang dalam hal ini bisa kita artikan sebagai salah satu peristiwa alam seperti gempa.

Padahal, hal ini baru bisa terbukti pada masa geologi modern dengan alat-alat yang canggih.

Menurut penelitian, gunung terbentuk dari adanya hasil pergerakan dan tumbukan antara lempeng-lempeng raksasa pembentuk kerak bumi.

Ketika dua lempengan saling bertumbukkan, maka lempeng yang paling kuat akan menyelip dibawah lempeng yang lemah hingga kemudian terbentuk dataran tinggi berupa gunung dari lipatannya.

Sementara pada lapisan bawah akan terbentuk bagian yang menghujam ke dalam dan sangat besar. Struktur ini kemudian digambarkan sebagai pasak di dalam Al-Qur’an;

“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?” (QS. An-Naba’ : 6-7).

Yang mana dikemudian hari diketahui bahwa gunung dan pasaknya ialah yang menahan lempengan-lempengan bumi dibagian titik-titik pertemuannya.

Dengan begitu, bumi akan tercegah dari goncangan dan tidak akan terombang-ambing karena oleh magma yang berada dilapisan paling bawahnya.