Diserbu Netizen, Foto ART yang Maling Tanah Ibunda Nirina Zubir Jadi Sasaran Kemarahan, Ternyata Pelaku Ketagihan Akali Almarhumah dengan Modus Begini


 Sudah bekerja sebagai ART sejak 2009, Riri Khasmita memanfaatkan kepercayaan ibunda Nirina Zubir. Ternyata dia ketagihan pakai modus ini.

Foto asisten rumah tangga (ART) ibunda Nirina Zubir yang bernama Riri Khasmita terus diserbu netizen di akun Instagram miliknya. Foto ART yang sudah maling tanah mendiang ibunda Nirina Zubir jadi sasaran kemarahan netizen. Ternyata pelaku ketagihan mengakali almarhumah Nirnia Zubir dengan modus begini.

Ibunda Nirina Zubir, Cut Indria Martini meninggal dunia dalam tidurnya pada Selasa (12/11/2019) dini hari. Ketika itu, keluarga Nirina Zubir begitu berduka lantaran sang ibunda pergi untuk selama-lamanya ketika hendak dibangunkan.

Menurut Lidia, asisten pribadi Nirina Zubir, penyebab almarhumah tutup usia belum diketahui secara pasti. Namun, dia hanya membalas pertanyaan awak media melalui pesan singkat/ "Kemungkinan semalam, kak. Baru ketahuan tadi pagi waktu mau dibangunin. Meninggal dalam tidur," kata Lidia.

Ibunda Nirina Zubir dimakamkan pada hari yang sama setelah salat Asar. Kata Nirina, ketika itu, proses pemakaman sengaja menunggu 2 saudara kandungnya dari Malang dan Bali. ibunda Nirina Zubir dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Jenazah Cut Indria Martini dimakamkan di pusara yang sama dengan nenek dari Nirina Zubir. "Nanti dimakamkan di Tanah Kusir bersama ibunya ibu (nenek Nirina)," kata Nirina Zubir saat ditemui sebelum berangkat ke pemakaman.

Setelah ibunda meninggal, Nirina Zubir terkejut saat membaca pesan terakhir dari almarhumah. Dalam pesan itu, Cut Indria Martini terus menanyakan ke mana perginya surat-surat tanah miliknya yang dianggap hilang sebelumnya.

Mendapatkan pesan terakhir sang ibunda, Nirina dan keluarganya syok. Rupanya ibunda mereka meminta tolong kepada ART yang bernama Riri Khasmita untuk mengurus sertifikat tanah miliknya yang dianggap hilang itu.

Ibunda Nirina Zubir sudah begitu percaya pada Riri Khasmita yang bekerja padanya sejak tahun 2009. "Dia ada note kalau 'itu uang aku ada tapi pada ke mana ya. Terus surat belum kelar-kelar ya, minta tolong sama Riri," ungkap Nirina Zubir sambil menangis.

Dua tahun kepergian sang ibunda, Nirina Zubir masih kesal dengan Riri Khasmita. Nirina Zubir tak percaya Riri Khasmita tega merampas aset ibunya dengan cara licik.

"November ini dua tahun (kepergian Cut Indria Martini) dan (meninggal) dalam tidurnya. Saya bersyukur ibu saya tidak melalui sakit tapi masih ada sakit di hati saya karena urusannya orang terdekat ibu saya yang melakukan ini," kata Nirina Zubir.

Rupanya, kepercayaan itu dibalas dengan kejahatan oleh Riri. Bersama suaminya, Riri disebut menggasak 6 sertifikat tanah milik Cut Indria Martini. Dari hasil malingnya itu, Riri membuat bisnis dan foya-foya. Sejak lama, Riri ternyata sudah ketagihan mengakali almahumah Cut Indria Martini dengan modus begini.


Nirina kecewa besar dengan apa yang telah dilakukan oleh mantan asisten rumah tangganya tersebut kepada almarhumah ibu. "Dia (Riri Khasmita) hidup dari ibu saya karena hatinya sensitif dan mau menolong orang. Dia bukan siapa-siapa tapi hati ibu saya mau menampung karena hidupnya kurang diterima sama keluarga ibu tirinya," tutur Nirina dalam jumpa wartawan yang digelar di Hotel Goodrich pada Rabu (17/11/2021).

Pada tahun 2017, ibunda Nirina Zubir yang bernama Cut Indria Martini mengira surat-surat tanahnya hilang. Ia pun meminta tolong kepada asisten rumah tangganya untuk mengurus surat tersebut.

Cut Indria Martini percaya dengan asisten rumah tangganya yang bernama Riri Khasmita karena sudah bekerja dengannya selama puluhan tahun. Riri Khasmita pun akhirnya melakukan perintah ibunda Nirina Zubir itu.

"Jadi awal mulanya ibu saya ini merasa bahwa dikira suratnya itu hilang, surat-surat tanahnya. Sehingga dia minta tolonglah sama ART-nya yang memang sudah bekerja dari tahun 2009 untuk dibantukan diurus suratnya," kata Nirina Zubir saat konferensi pers di kawasan Antasari, Jakarta Selatan, Rabu (17/11/2021).

"Nah alih-alih diurus, ternyata kenyataan yang terjadi adalah diam-diam menukar semua surat yang diminta tolong untuk diuruskan itu dengan namanya pribadi atas nama Riri Khasmita anak dari ibu Nur Hasnisah dari Bukittinggi bersama suaminya yang namanya adalah Edrianto," lanjutnya.


Dua tahun setelah kepergian ibunda, Nirina Zubir kembali dirundung duka. istri Ernest Cokelat tersandung kasus ini hingga masuk kantor polisi.

Tak sendiri, Riri Khasmita melakukan aksi teganya itu bersama suami dengan bantuan notaris. Mereka pun berhasil mengelabui Cut Indria Martini hingga meninggal dunia pada tahun 2019.

"Jadi yang kita ketahui waktu dia minta tolong ini dia menggunakan kenalan notaris tadi PPAT atas nama Faridah dari wilayah Tangerang itu dan dua orang lainnya menjadi bantuan dari Faridah itu," papar Nirina Zubir.

Pada awalnya Nirina beserta keluarga besar berniat baik untuk menyelesaikan secara kekeluargaan. Namun hal tersebut direspons negatif dengan melaporkan balik pihak Nirina ke polisi atas tuduhan penyekapan.

"Selain ngumpulin bukti kami sekeluarga ada niatan baik untuk menyelesaikan ini secara kekeluargaan. Malah kami akhirnya dimentahkan balik, ada lawyer dan segala macam," ungkap Nirina Zubir.

"Kita bahkan nggak pernah sedikitpun tidak baik kepada dia, karena kita berterima kasih mereka ada di samping dia saat kita sibuk kerja tapi malah diambil kesempatan," sambungnya kepada media.


"Jadi emang kondisi ini saya, beliau minta tolong di usia yang ada lupanya. Tapi yang saya kesal, maaf ya agak emosional, ibu saya sudah dua tahun yang lalu dia meninggal tidak tenang," kata Nirina lagi.

Saat ini lima orang sudah menjadi tersangka. Mereka adalah asisten rumah tangga ibunda Nirina Zubir, Riri Khasmita dan suaminya, Edrianto. Selain itu ada pula notaris yang membantu Riri Khasmita, yaitu Faridah dari PPAT Tangerang. Polisi telah menahan mereka di Polda Metro Jaya.

Sedangkan dua orang lainnya, yaitu Ina Rosaina dan Erwin Riduan. Mereka notaris dari PPAT Jakarta Barat yang memuluskan aksi Riri Khasmita mengambil alih aset ibunda Nirina Zubir. Sebab, enam aset properti milik ibunda Nirina Zubir seluruhnya berada di wilayah Jakarta Barat.

Dari total enam aset itu, dua diantaranya sudah dijual karena berupa tanah kosong. Sedangkan empat lainnya diagunkan ke bank oleh Riri Khasmita. Kini, polisi sudah memblokir surat tanah tersebut.

Enam bidang tanah milik keluarga Nirina Zubir senilai total Rp 17 miliar dirampas oleh Riri Khasmita. Nirina Zubir mengatakan Riri Khasmita dan suaminya, Endrianto, menggunakan uang hasil rampasan itu untuk foya-foya.


"Saya sakit hati dan marah karena saya tahu ibu saya sederhana sekali karena ibu saya nggak pernah nikmati uangnya sendiri. Tapi dia (Riri dan Endrianto) beli mobil baru, dia jalan-jalan ke luar negeri, dia modalin adiknya sekolah di Malaysia dari hasil ibu saya," kata Nirina Zubir di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (17/11/2021).

Nirina mengatakan tersangka Riri merupakan mantan asisten keluarganya. Sehari-hari dia mengasuh ibunya yang telah berusia lanjut.

Netizen yang mengetahui nama Riri Khasmita langsung mencari tahu jejak digital pelaku. Rupanya netizen mendapatkan akun Instagram milik Riri. Sayangnya, akun Instagram ini sudah lama tidak aktif lagi. Foto unggahan terakhir Riri Khasmita tertanda tanggal 15 November 2016. Tak diketahui secara pasti, mengapa akun Instagram Riri sudah lama ditinggalkan.

Dalam akun Instagram itu, Riri menunjukkan keakrabannya dengan keluarga Nirina. Salah satu foto yang dia unggah menjadi buktinya. Dalam foto itu, Riri berpose bareng mendiang ibunda Nirina Zubir usai melakukan buka puasa bersama. Foto ini diunggah pada 26 Juni 2016. Bahkan, Nirina ikut bergaya di depan kamera bersamanya.


Foto tampang Riri Khasmita menjadi sasaran kemarahan netizen. Mereka terus menghujani Riri dengan sumpah serapah. Sayangnya, tindakan itu sia-sia belaka. Sebab, Riri sudah tidak lagi memedulikan akun Instagram miliknya.

Pastinya Siasat jahat mantan ART keluarga Nirina itu terbongkar setelah sang ibunda meninggal dunia. Saat hendak bagi warisan, ART yang dipercaya mengurus sertifikat tanah keluarga Nirina mengaku sertifikat-sertifikat itu telah hilang. Selain itu, Riri Khasmita juga ketahuan sering mengakali almarhumah ibunda Nirina Zubir dengan modus begini.

Nirina menambahkan tersangka Riri kerap menggunakan uang ibunya untuk kepentingan pribadinya. Namun, hingga saat ini tidak ada permintaan maaf yang keluar dari tersangka Riri.

"Sebelumnya saya tahu dia gunakan uang ibu saya untuk bisnis angkot dan arisan. Jadi berkembang terus dari Rp 5 juta, R0 10 juta, Rp 15 juta, dan Rp 100 juta sampai tanah sekarang diincar," katanya.

"Dari ibunya, Khasnisyah dari Bukit Tinggi nggak ada permohonan maaf bahkan kami satu keluarga dimaki-maki dan dihasut ke satu kompleks bahwa kami anak tak tahu diri tapi ya sudahlah ibu manapun melindungi anaknya tapi anaknya sudah ditahan dan ditetapkan tersangka," tambahnya.