Foto Tampang ART Ibunda Nirina Zubir Digeruduk Netizen, Ternyata Bikin Bisnis Ini Usai Gondol 6 Sertifikat Tanah Keluarga Istri Ernest Cokelat


 Fotokita.net - Foto tampang asisten rumah tangga (ART) ibunda Nirina Zubir yang bernama Riri Khasmita digeruduk netizen di media sosial. Ternyata dia bikin bisnis ini usai menggondol 6 sertifikat tanah milik keluarga istri musisi Ernest Cokelat itu.

Nama Riri Khasmita langsung menjadi buruan netizen Tanah Air. Mereka penasaran ingin melihat foto tampang ART ibunda Nirina Zubir, Cut Indria Martini yang sudah menggondol 6 sertifikat tanah milik keluarga istri musisi Ernest Cokelat itu.

Tanpa butuh waktu lama, netizen berhasil mengendus jejak digital ART ibunda Nirina Zubir di media sosial. Begitu foto tampang Riri Khasmita ketemu, netizen langsung menggeruduknya. Sejumlah hujatan dituliskan di dalam kolom komentar akun Instagram milik ART ibunda Nirina Zubir itu.

Riri Khasmita memang sempat memiliki akun Instagram. Dia rajin mengunggah berbagai foto yang menunjukkan keseharian dan kegiatannya berkumpul bersama teman-temannya. Akun Instagram ART ibunda Nirina ini hanya punya pengikut sebanyak 121 akun.

Sayangnya, Riri terakhir mengunggah foto pada 16 November 2016. Di dalam foto terakhirnya, dia menunjukkan kemesraannya dengan suaminya, yang juga ikut menggasak aset tanah milik keluarga Nirina. Foto tampang ART ibunda Nirina Zubir langsung digeruduk netizen.

Foto tampang asisten rumah tangga (ART) ibunda Nirina Zubir yang bernama Riri Khasmita digeruduk netizen di media sosial.

Foto tampang ART ibunda Nirina bisa dipastikan kebenarannya. Sebab, dalam salah satu unggahan lawasnya, Riri sempat menunjukkan foto bareng ibunda Nirina Zubir. Bahkan, dalam foto itu Nirina juga ikut berfoto bersama.

Foto Riri Khasmita bareng ibunda Nirina itu diunggah pada 26 Juni 2016. Dalam keterangan foto itu, Riri menuliskan komentar singkat. "Bukber sama keluarga Nirina."

Foto Riri bareng ibunda Nirina itu juga digeruduk netizen. Mereka langsung membuat komentar pedas hingga menilai tampang pelaku kejahatan ini. Maklum, Riri bersama suaminya disebut sudah tega membuat ibunda Nirina Zubir meninggal dunia dengan tidak tenang. Kerugiannya mencapai Rp 17 miliar.

Riri Khasmita tega mengondol sertifikat tanah majikannya. Ia mengalihkan 6 sertifikat tanah tersebut menjadi kepemilikannya. Awalnya, Riri tidak mengakui perbuatannya itu. Sampai tiba saatnya, Nirina Zubir memiliki bukti dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

"Awalnya memang dikira hilang. Setelah diselidiki polisi ternyata diambil. Dan dia (pelaku) sudah mengakui itu," kata Fadhlan Karim, kakak ketiga Nirina Zubir saat konferensi pers di kawasan Antasari, Jakarta Selatan, Rabu (17/11/2021).

Nirina Zubir berterima kasih kepada pihak kepolisian. Sebab, kasus mafia tanah ini diungkap cepat sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

"Tujuan kami selain memberitahu soal mafia tanah, juga berterima kasih kepada pihak kepolisian yang dari awal sampai akhir membantu kasus ini," imbuh Fadhlan Karim. Nirina Zubir pun meminta kasus mafia tanah ini bisa dikawal sampai tuntas. Sebab, oknum notaris yang seharusnya bisa berlaku bijak malah menyelewengkan profesinya.

"Dan saya pengin kasus ini dikawal karena ada sangkut pautnya dengan orang yang mengerti hukum, tapi menyalahgunakan kewenangan mereka," tukas Nirina Zubir.

Sejumlah tanah milik orang tuanya digarong oleh mantan asisten rumah tangga (ART) yang diduga bagian dari mafia tanah. Nirina Zubir telah melaporkan kasus itu ke Polda Metro Jaya pada Juni 2021. Polisi menindaklanjuti dan menangkap 5 pelaku.

"Jadi sudah ada lima orang ditetapkan sebagai tersangka yang dilaporkan di mana korbannya Nirina Zubir," kata Kasubdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Petrus Silalahi dilansir detik, Rabu (17/11/2021).

Petrus mengatakan salah satu orang yang ditetapkan tersangka bernama Riri Khasmita. Riri Khasmita adalah ART yang dipercayai oleh keluarga Nirina Zubir."Itu Riri merupakan pengasuh dulunya ibu dari Mbak Nirina Zubir," ungkap Petrus.

Menurut Petrus, dari lima orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, tiga orang telah ditahan. Tiga orang yang ditahan itu mulai dari pelaku Riri dan suaminya hingga seorang notaris.

Polisi kini masih akan memanggil dua notaris lainnya. Dua orang tersangka itu dalam waktu dekat akan segera dimintai keterangan oleh penyidik.

"Dua lagi itu sebagai notaris jabatannya. Kedua-duanya yang melakukan proses jual beli. Tentu sudah kita jadwalkan (pemeriksaan) kemarin seharusnya bersama-sama namun saat itu mereka ajukan pengunduran pemanggilan dan kemudian kita jadwalkan kembali," terang Petrus.

Kelima tersangka itu dijerat dengan pasal berlapis. Para pelaku dijerat dengan Pasal 378, 372, dan 263 KUHP tentang penipuan dan pemalsuan dokumen.