Hati-hati, Jangan Sedekah ke Anak Yatim yang Seperti Ini Kata Buya Yahya, Lahan Neraka bila Salah

 


 Ternyata kriteria anak yatim yang berhak dapat sedekah bukanlah yang kaya atau miskin kata Buya Yahya.

Ternyata tidak semua anak yatim berhak menerima sedekah, maka dari itu seseorang harus mengetahui ilmu dasarnya.

Ikuti petunjuk dari Buya Yahya ini sebelum mengamalkannya agar tidak terjadi dosa dalam sebuah ibadah.

Dilansir PortalJember.com dari video yang diunggah kanal YouTube Al-Bahjah Tv pada Rabu, 17 Maret 2021 menjelaskan tentang kriteria anak yatim.

Memberikan bantuan kepada golongan tersebut merupakan perilaku yang sangat terpuji sehingga mendapatkan banyak pahala.

Bahkan, Rasulullah sendiri sangat menganjurkan seseorang umtuk memberikan sedekahnya kepada mereka.

Pada dasarnya, tidak semua anak yatim itu miskin, sehingga ada yang memiliki harta berlimpah.

Menurut Buya Yahya, anak yatim yang kaya sekali pun tetap berhak menerima sedekah dari seseorang.

Hal itu karena pada prinsipnya, membantu anak yang ditinggalkan oleh bapaknya itu tidak memandang harta yang dimilikinya.

Namun, ada satu batasan khusus yang harus ditaati bagi orang yang ingin memberikan santunan kepada mereka.

Batasan itu ialah baligh. Anak yatim yang telah baligh, maka sudah tidak berhak mendapat santunan anak yatim lagi.

"Kalau ada anak yatim yang sudah baligh maka dia tidak bisa mendapatkan dana bantuan anak yatim lagi," ujarnya.

Maka, anak yatim yang sudah baligh tersebut bisa digolongkan ke dalam kriteria fakir miskin apabila memang miskin. Namun, apabila kaya, maka sudah tidak berhak mendapatkannya.

Panitia santunan anak yatim harus behati-hati agar tidak salah memasukkan kategorinya. Apabila salah, menurut ulama kharismatik itu bisa menjadi lahan neraka.

"Itu adalah lahan pahala yang bisa menjadi lahan neraka (karena) kedzaliman yang terjadi di dalamnya," katanya.

Sebaiknya apabila ingin memberikan santunan, maka dibuat dua kategori, yaitu anak yatim dan fakir miskin.

Sehingga, apabila si anak yatim itu sudah baligh, bisa masuk ke kategori fakir miskin agar tetap mendapat bantuan.***