Hikmah Tasawuf: Cara Belajar Tasawuf Agar Tidak Terjebak Dalam Kebathilan dan Sesat, Buya Dr Arrazy Hasyim MA

 


Hikmah Tasawuf: Cara Belajar Tasawuf Agar Tidak Terjebak Dalam Kebathilan dan Sesat, Buya Dr Arrazy Hasyim MA /Tangkapan Layar/Youtube/@At-Tirfasy Channel

Bagi seseorang yang belajar ilmu tasawuf ada cara atau syuruthul wushul. Maksudnya ada syarat tuntunan yang mesti dia miliki dan lakukan sebelum melaksanakan riyadhah belajar ilmu tasawuf sehingga tidak terjebak dalam kebathilan dan sesat.

Tasawuf adalahperwujudan ihsan dalam syariat Islam dan tasawuf adalah ilmu yang berfokus pada membangun diri untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub ilallah). Cara menjalankan tasawuf itu disebut dengan tarekat dan pelakunya dikenal dengan istilah sufi.

Mengarungi lautan tasawuf bagi sebagian orang teramat sangat berat dan sulit. Sehingga, tak jarang seseorang yang terlanjur ‘mabuk’ ajaran tasawuf (ngebet untuk sesegera mungkin bertemu dengan Allah) ‘terlempar’ pada jurang kesesatan, bahkan orang tersebut menjadi gila.

Di tengah-tengah masyarakat khususnya bagi yang awam banyak yang belajar hanya karena ikut-ikutan tren yang berkembang atau bahkan hanya sekedar untuk mencari popularitas saja. Padahal untuk mendekatkan diri kepada Allah harus mengikuti cara-cara yang sudah ditentukan.

Maka dari itu yang terpenting didalam belajar ilmu tasawuf adalah adanya guru pembimbing (MURSYID) yang bersilsilah dan menguasai ilmu syariat, tarekat,hakikat dan makrifat. Sehingga para penuntut ilmu tasawuf tidak terjebak dalam kesesatan.

Oleh karena itu disampaikan oleh Buya Dr Arrazy Hasyim MA ada beberapa cara atau syuruthul wushul yang harus dimiliki bagi orang yang belajar ilmu tasawuf seperti yang termaktub didalam kitab Al Ghunyah karya Syaikh Abdul Qadir Al Jilani. Seperti dikutip oleh LensaPurbalingga.com dari laman youtube At-Tirfasy Channel yang diunggah tanggal 1 September 2021.

  • Menganut aqidah yang shahih

Hendaknya orang yang belajar ilmu tasawuf itu menganut aqidah yang shahih adalah azas pokok dan utama yaitu aqidah ahlu sunnah yang merupakan aqidah salafus shalih yaitu ajaranyang mengikuti nabi dan sahabat , tabi’in, auliya dan orang-orang shalih yang disebut dengan aqidah ahlu sunnah wal jamaah (aswaja).

  • Berpegang teguh pada Al Quran dan Sunnah

Seseorang yang belajar ilmu tasawuf harus berpegang teguh pada Al Quran dan Sunnah lalu mengamalkannya secara perintah ataupun perbuatannya, baik ushul (pokok) nya ataupun furu’(cabang) nya. Inilah yang disebut dengan mazhab. Yaitu bermazhab salafus shalih.

  • Kesungguhan dalam bermujahadah

Hendaknya pula seseorang yang belajar ilmu tasawuf memiliki seorang guru mursyid yang dijadikan contoh. Seseorang tidak akan sampai shidiq kecuali seseorang tersebut mempunyai guru. imam as suhrawardi mengatakan siapa yang tidak mempunyai guru maka tidaklah sampai kepada Allah SWT. Dari guru inilah kita belajar menjadi shidiq, cara bermujahadah,cara menata qolbu dan sebagainya.

  • Mengikhlaskan dirinya bersama Allah SWT dalam menyempurnakan janjinya

Maksudnya adalah seseorang yang belajar ilmu tasawuf hendaknya berpegang teguh supaya mengikhlaskan dirinya untuk bersama Allah SWT dan menyempurnakan janjinya dan melaksanakan langkah demi langkah perjalanannya wushul kepada Allah SWT.

Demikianlah hal-hal yang harus dimiliki ataupun diperhatikan oleh orang-orang yang belajar tasawuf bertarekat dan mengenal Allah SWT agar tidak terjebak didalam kebathilan dan kesesatan.***(Wahyudi)