Hukum Laki-laki Kencing Berdiri Menurut Ustadz Abdul Somad, Ada Hal Buruk jika Terus Dilakukan

 


Ilustrasi tempak kencing laki-laki dan hukmnya menurut Ustadz Abdul Somad. /Unsplash/Help Stay

Ustadz Abdul Somad (UAS) menjelaskan mengenai hukum posisi seorang laki-laki buang air kecil atau kencing.

Di dalam Islam hal-hal kecil seperti halnya kencing juga dijelaskan karena ada tujuan baik tertentu.

Ustadz Abdul Somad mengatakan ada sebuah hadits yang menyebutkan kebiasaan Nabi Muhammad SAW ketika buang air kecil.

Dilansir PortalJember.com dari channel YouTube MOH Ihsak yang diunggah 11 Agustus 2021, berikut penjelasan Ustadz Abdul Somad.

Dalam kehidupan yang semakin modern ini fasilitas umum semakin baik termasuk kamar mandi umum.

Bahkan untuk laki-laki disediakan tempat khusus agar mereka bisa kencing dengan posisi berdiri.

Namun bagaimana hukum kencing berdiri dalam pandangan Islam?

Menurut Ustadz Abdul Somad ada sebuah hadits yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah kecing berdiri.

“Ada 1 hadits, sekali (kencing berdiri) seumur hidup,” kata UAS.

Ustadz Abdul Somad mengatakan bahwa Nabi Muhammad pernah kecing di tempat penumpukan sampah.

Di sanalah Rasulullah SAW kencing berdiri karena keadaannya darurat.

“Berdasarkan ini, para ulama menyimpulkan kencing berdiri itu hukumnya makruh,” tuturnya.

Akan tetapi lebih baik kencing jongkok sesuai anjuran Islam daripada berdiri.

Selain karena hal tersebut, kencing jongkok dalam dunia kesehatan juga sangat disarankan.

“Kalau jongkok habis dia tumpah (air kemihnya),” kata Ustadz Abdul Somad.

Tapi kalau kencing dengan posisi berdiri ada tersisa sedikit air seni di dalam kandung kemih.

“Tersisa, tersisa terus tersisa menjadi batu di dalam (kencing batu),” jelasnya.***