Kisah Pak Gugun, Berjuang dengan Penghasilan Rp15 Ribu Per Hari untuk Istri yang Idap ODGJ


 Kisah kesetiaan Pak Gugun, hidup jauh dari masyarakat demi merawat istri. (Photo/Yayasan Rumah Pangan Bangsa)

Kisah perjuangan Pak Gugun benar-benar bisa menjadi motivasi banyak orang atas dedikasinya sebagai kepala keluarga. Sebab, ia berjuang setiap hari dengan penghasilan Rp15 ribu untuk istrinya yang dianggap ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa).

ODGJ seperti istrinya, kerap menerima diskriminasi dari masyarakat karena dianggap berperilaku menyimpang. Sebutan 'gila' atau 'dungu' sering dilontarkan masyarakat terhadap istrinya itu.

Padahal, dengan penanganan yang tepat, ODGJ tidak akan meresahkan atau membahayakan orang lain seperti anggapan umum.

Menjaga Wanita Tercinta


Menyadur dari laman amalsholeh.com, Senin (11/15/2021), Yayasan Rumah Pangan Bangsa menerangkan kalau Pak Gugun merupakan warga Desa Bojong Kasih , Kec. Kadupandak, Kab. Cianjur, Provinsi Jawa Barat.

Dari cerita yang disampaikan Pak Gugun, dia mengaku ingin terus ada di samping istrinya dan menjaga wanita tercintanya itu, meski ia mengidap cacat mental.

"Banyak yang bilang saya 'dungu' karena mau merawat wanita ODGJ. Padahal, saya sangat mencintainya karena saya sudah berkomitmen dengannya,” sebuah jawaban sederhana dari Pak Gugun.

Hati Hancur karena Cibiran


Pak Gugun juga merasakan bahwa hatinya sungguh hancur ketika banyak masyarakat yang menilainya dengan negatif. Padahal, ia hanya melaksanakan kesetiaan untuk istrinya.

Selain itu, demi menghindari cibiran dan dampak negatif dari masyarakat - dia memberanikan diri tinggal jauh dari keramaian dan bekerja mencari gula aren.

Kekurangan Makanan dan Menahan Lapar


Penghasilannya tidak menentu, hanya mendapatkan 3 gandu/hari yang dihargai Rp15 ribu. Uang segitu dipaksa harus mencukupi hidup mereka bertiga, tentu saja akan habis untuk sekali makan.

"Pernah seharian saya dan keluarga menahan lapar karena tak ada lagi yang bisa dimakan. Kami juga sering cuma bisa makan pisang dan singkong," cerita Pak Gugun.

Di samping itu, Pak Gugun mengakui sangat memimpikan kehidupan layak bagi keluarga tercintanya. Anaknya yang masih kecil tak seharusnya merasakan kelaparan dan dingin udara malam karena rumah yang bolong-bolong.

Cerita Pak Gugun benar-benar memberikan pelajaran bagaimana seorang suami harus merawat istrinya. Kisah kesetiaan yang bisa menjadi pelajaran bagi banyak orang. Untuk itu, mari kita latih rasa simpatik dengan membantu Pak Gugun melalui laman berikut ini!