Kisah Seorang Ayah yang Dituduh Mengambil Harta Anaknya, Nabi Muhammad pun Menangis Mendengarnya

 


Mendengar kisah ini, Nabi Muhammad pun meneteskan air mata. Ini terjadi ketika seorang laki-laki datang menemui beliau dengan alasan yang cukup ganjil: uang sang anak dihabiskan oleh ayahnya tanpa izin.

Rasulullah lalu memanggil ayah orang itu. Lalu datanglah seorang yang renta. Ia berjalan dengan pelan, tertatih-tatih dan hanya bersandar pada tongkat.

“Betulkah uang anakmu telah kauambil dan habiskan tanpa izin?” tanya Nabi Muhammad.

Lelaki itu menangis.

“Wahai Junjunganku, Nabi Muhammad,” ujarnya sambil terisak sambil menyeka air mata.

Ia lalu melanjutkan cerita, “Dulu, ketika aku kuat dan anakku lemah. Ketika aku kaya raya dan anakku miskin, aku tidak membelanjakan uangku kecuali untuk memberi makan dia. Bahkan terkadang, aku membiarkan diriku kelaparan asalkan dia bisa makan."

Nabi Muhammad terdiam, begitu pula anak yang tadi melaporkan.

"Sekarang aku telah tua dan lemah, sementara anakku tumbuh kuat. Aku telah jatuh miskin sementara anakku menjadi kaya."

Lelaki itu berhenti sejenak, menundukkan kepala dan terisak. Rasulullah memegang tangan lelaki itu dan memintanya kembali menuntaskan apa yang hendak ia bicarakan.

"Dahulu aku menyediakan makan untuknya. Aku begitu menyayanginya. Jika saja aku masih sekuat dulu, aku masih akan merelakan uangku untuk dia,” urai lelaki renta itu.

Ketika mendengar hal ini, air mata Rasulullah SAW jatuh berlinang seperti untaian mutiara yang turun melalui janggutnya.

“Baiklah,” kata Rasulullah bersabda, “Habiskan seluruh uang anakmu sekehendak hatimu. Uang itu kini jadi milikmu…”

Sontak, hal ini membuat Ayah dan anak itu menangis, mereka berpelukan dan saling meminta maaf.

Anak tadi merasa bersalah. Selama ini ia keliru telah berbuat tidak adil kepada ayahnya. Mereka berdua bersedih, apalagi membuat Rasulullah sampai menitikkan air mata.

Apakah Nabi Muhammad teringat almarhum ayahnya yang bernama Abdullah? Seorang laki-laki yang begitu baik hati dan hanya ia dengar ceritanya dari orang-orang, seorang yang sedari kecil belum pernah ia temui sepanjang hidupnya itu?! Wallahu a'lam bisshowab.