Lihat Makam Bak Perumahan, Pedagang Sate Dilaporkan Pingsan Usai Dagangan Diborong 'Warga' TPU

 


Seorang pedagang sate dikabarkan pingsan usai dagangannya diborong oleh makhluk gaib di TPU Rancacili Bandung. /Pixabay

Seorang pedagang sate di Bandung dikabarkan syok berat usai dagangannya diborong oleh 'penghuni' tempat pemakaman umum (TPU) Rancacili Bandung.

Cerita mistis ini dibeberkan oleh Dedi, salah satu warga yang bertempat tinggal di sekitar TPU Rancacili. Sepulang bermain futsa dengan teman-temannya, dia melihat seorang pedagang sate berjualan di pinggir jalan.

Karena merasa lapar, Dedi pun menepi untuk membeli sate dari pedagang keliling tersebut. Setelah perutnya terisi penuh, dia dan rekannya pulang ke rumah masing-masing.

Setibanya di rumah, istri Dedi mengajak sang suami untuk mencari kudapan di luar. Dia pun menuruti apa mau sang pasangan.

Di perjalanan, Dedi kembali melihat si pedagang sate sedang mengibas arang di tengah pemakaman Rancacili.

Dedi yang merasa sedikit heran berusaha berpikir positif bahwa pelanggan sang pedagang sate mungkin berasal dari orang kantor yang berada di dekat TPU.

Karena memang di dekat pemakaman ada kantor yang masih beroperasi.

Namun, saat dia kembali bersama sang istri, pedagang itu masih asyik membakar satenya di tengah area pemakaman.

Karena penasaran akhirnya Dedi dan istri menghampiri sang pedagang sate.

Dia bertanya pada pedagang sate apa yang sedang dilakukannya di tengah area pemakaman.

"Bapak sedang apa?," kata Dedi sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Malam Mencekam pada Minggu 5 September 2021.

"Ini dek, lagi jualan aja, Alhamdulillah rame. Banyak yang beli dari komplek," tutur pedagang yang membolak-balik satenya.

Dedi pun kebingungan lantaran sejauh mata memandang, sama sekali tidak ada komplek di sekelilingnya.

"Pak, ini itu pemakaman, bukan komplek. Pak, sadar! Istighfar, ini pemakaman, bukan komplek!," kata Dedi sambil menepuk pundak pedagang sate.

Ketika mulai sadar usai di sekitarnya tak ada komplek, pedagang sate itu mendadak tak sadarkan diri diduga saking syoknya.

Dedi pun segera menghubungi temannya untuk mencari pertolongan.

Belum sempat dibopong, pedagang sate itu sadar dan menceritakan apa yang terjadi.

"Bapa tuh ngelewat, terus ada yang manggil Pak beli sate. Ya bapak masuk aja karena kelihatan sama bapak itu komplek dek, gede banget kompleknya. Banyak yang beli tuh,” ujar pedagang sate itu.

Dedi pun bertanya di mana terakhir kali pedagang sate mengantar makanan yang dia jual.

Setelah ditelusuri ternyata seporsi sate yang dijual sang pedagang tersimpan di atas batu nisan.

Dedi kemudian bertanya apakah yang membeli dagangan bapak tersebut memberi uang atas sate yang dipesannya.

"Pak emang yang beli tadi, kata bapak yang beli tadi ngasih uang?," ucap Dedi.

“Iya, ngasih dek!,” ujar pedagang.

Dedi meminta bapak pedagang sate untuk membuka laci di gerobaknya, namun yang mengejutkan yang dia temui adalah dedaunan.

Pedagang sate tersebut akhirnya diantar pulang oleh Dedi dan temannya. Kabarnya dia merasakan trauma dan enggan pemakaman tersebut lagi.

Disclaimer: Artikel ini telah tayang sebelumnya di MapayBandung.com berjudul "".***