Mualaf Ini Bingung dengan Umat Islam, Dilarang Sembah Berhala tapi Sujud ke Ka’bah? Begini Penjelasan Zakir Naik

 


Seorang wanita mualaf tampak kebingungan dengan umat Islam lantaran diajarkan untuk tak menyembah berhala, tetapi justru sujud ke ka’bah.

Adapun pertanyaan tersebut disampaikan sang wanita mualaf kepada Zakir Naik yang memang diketahui kerap menjadi sorotan publik lantara kecerdasan yang dimilikinya.

Dalam pertanyaannya, wanita tersebut mengemukakan kebingungannya dengannya pertanyaan ‘mengapa umat Muslim dilarang menyembah berhala, tetapi justru bersujud ke arah ka’bah?’

Zakir Naik pun berpendapat bahwa pertanyaan itu memang merupakan salah satu hal yang membingungkan bagi sebagian orang sehingga sudah menjadi hal umum.

Lantas, bagaimana penjelasannya menurut Zakir Naik? Berikut terkini.id telah merangkumnya, sebagaimana dilansir dari Lingkarkediri pada Kamis, 28 Oktober 2021.

Seperti diketahui, ka’bah merupakan kiblat seluruh umat Islam di dunia sehingga saat melaksanakan salat, umat Muslim pun percaya bahwa harus menghadap ke sana.

Hal tersebht lantaran ada yang berkata bahwa salat itu menghadap utara, sebagian ke selatan, ke timur, atau bahkan ke barat.

Allah SWT berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 143 – 144 yang berisi perintah untuk menghadap Masjidil Haram menuju ka’bah.

Oleh karena itu, ka’bah sendiri digunakan sebagai persatuan umat Muslim sehingga dijadikan alasan mereka salat dan sujud menghadap ke ka’bah.

Sementara seorang muslim yang pertama kali menggambarkan peta dunia menunjukkan letak ka’bah yang berada di tengah, kutub selatan di atas, dan kutub utara di bawah.

Itulah mengapa jika kita di utara, maka kita menghadap selatan. Lalu jika di selatan, menghadap utara. Jika di timur, maka enghadap barat. Akhirnya seluruh umat Muslim bisa bersatu pada satu arah, yaitu ka’bah.

Ketika menjalankan ibadah umrah atau haji, mereka juga akan mengelilingi ka’bah sebagai perintah Allah SWT dan petunjuk Nabi Muhammad SAW.

Zakir Naik pun menjelaskan sedikit kisah Umar Bin Khattab yang menyentuh saat mengecup hajar aswad.

Umar Bin Khattab mengatakan bahwa batu hitam hajar aswad tidak bisa menggantungkan maupun mencelakakannya.

Umar Bin Khattab melakukan itu sebab ia pernah melihat Rasulullah SAW melakukan hal yang serupa.

Apa yang dilakukan Umar Bin Khattab sudah membuktikan bahwa umat Muslim tidaklah menyembah ka’bah, sebagaimana opini sebagian orang.

Maka dari itu, Zakir Naik kembali bertanya kepada wanita mualaf tersebut, apakah ada penyembah berhala manapun yang berdiri menginjak berhala yang disembahnya?

Logikanya, dalam satu lingkaran memiliki titik pusat. Penjelasan Zakir Naik itu pun akhirnya membuat sang mualaf sadar dan paham mengapa umat Islam menghadap kiblat saat salat atau dengan kata lain bersujud ke arah ka’bah.