Rebutan Warisan Vanessa Angel Dan Hak Asuh Gala Sky, Habib Muhammad Syahab: Prihatin!


 Habib Muhammad Syahab prihatin soal rebutan warisan Vanessa Angel. (Foto: celebrities.id/MPI)

Jakarta, - Habib Muhammad Syahab merasa prihatin atas perseteruan yang terjadi antara Faisal dan Doddy Sudrajat. Mereka merebutkan warisan Vanessa Angel dan hak asuh Gala Sky.

Habib mengatakan, kedua belah pihak seharusnya bijaksana dan merasa kasihan terhadap almarhumah Vanessa Angel dan almarhum Bibi Andriansyah.

“Punya masalah bukan dibesar-besarkan. Kasihan orang yang sudah meninggal dunia,” kata Habib.

“Dia sudah punya masalah di dalam juga punya masalah pertanyaan munkar nakir segala macam dan di dunia masalahnya gak selesai," tutur Habib Muhammad Syahab, saat ditemui di iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (26/11/2021).

Perseteruan kian memanas setelah Faisal, ayah Bibi Andriansyah mendapatkan hak asuh Gala Sky dan ahli waris harta peninggalan mendiang Vanessa Angel. Doddy Sudrajat, ayah Venessa, juga menginginkan hak serupa. Namun, pengadilan memenangkan Faisal.

"Sebaiknya dimusyawarahkan. Apa pun itu, mau itu masalah warisan, pokoknya masalah dunia. Siapa pun yang berseteru seharusnya masalah ini diminimumkan bukan dibesarkan,” ucapnya.

“Walaupun setiap manusia pasti punya masalah, kalo orang tanya ga ada masalah tuh tidak mungkin orang hidup ada masalah.”

Habib Muhammad Syahab menjelaskan, Imam Ahmad bin Hambal itu pernah berbicara, “Ada ga orang ga punya masalah? Ada yang bilang ada kalo punya harta banyak. Orang punya harta banyak juga punya masalah. Oh ketika orang miskin? Orang miskin juga punya masalah."

"Ya sudah kalau gitu ketika mati. Mati pun punya masalah, pertanyaan munkar sama nakir, hisab selama hidup, masalah kita malah big trouble. jadi kapan orang itu selesai masalah? Kalau sudah diputuskan orang itu masuk surga," tuturnya.

"Dari dua belah pihak, siapa pun itu sebenarnya harus punya sifat ini. Yang ini merasa dizalimi yang ini merasa menzalimi ya udah minta maaf. Atau sebaliknya," ujar Habib Muhammad Syahab.

Editor : Hilman Hilmansyah