Rugikan Warga Belasan Miliar, Begini Modus Jasa Pembiayaan Mobil Syariah di Bekasi

 


Korban dugaan penipuan mobil syariah di Bekasi. ©2021 YouTube Fokus Indosiar/Merdeka.com

JABAR | 22 November 2021 15:51 Reporter : Nurul Diva Kautsar

Tergiur cicilan murah, sejumlah warga di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat menjadi korban penipuan sebuah perusahaan pembiayaan kendaraan berbasis syariah.

Korban mengalami kerugian dengan total mencapai belasan miliar rupiah. Tak sampai di situ, ada salah satu korban yang sudah menunggu kendaraannya sejak satu tahun lalu, namun hingga sekarang, mobil yang dijanjikan tak kunjung datang.

"Semenjak setor dari Januari kendaraan belum juga turun, kalau yang bahkan ada yang setor sejak September/Oktober tahun 2020. Berarti kan sudah satu tahun," kata Farida, salah satu yang mengaku korban, dikutip dari YouTube Fokus Indosiar, Senin (22/11).

2 dari 3 halaman

Terus Membuat Promo



©2021 YouTube Fokus Indosiar/Merdeka.com

Dalam kesempatan itu, Farida mengatakan ada modus yang dilancarkan, salah satunya mengeluarkan promo dengan alasan untuk kebaikan para korban.

Namun sampai sekarang, promo yang dijanjikan juga belum terlaksana. Ia meyakini, promo tersebut juga dibuat untuk menarik calon korban nasabah lain.

"Perusahaannya sudah tidak mampu, di tahun 2021 malah bikin promo dengan alasan untuk kebaikan kami dan unit nggak ada. Berarti kan itu bukan kebaikan kami, tapi untuk melancarkan penipuan mereka buat narik korban baru lainnya," kata Farida.

3 dari 3 halaman

Kerap Memberikan Alasan Klise saat Ditagih Uang Kembali


©2021 YouTube Fokus Indosiar/Merdeka.com

Korban lainnya bernama Faisal, juga mengatakan jika perusahaan tersebut kerap berjanji mengembalikan uang DP pembayaran kendaraan, namun nyatanya uang itu tidak kunjung dikembalikan. Menurut Faisal, pihak pemberi kredit selalu memberikan berbagai alasan.

Akhirnya Faisal pun berinisiatif mendatangi kantor, dan meminta jaminan BPKB kendaraan hingga sebagian kecil uangnya bisa dicairkan.

"Uang saya alhamdulillah sudah kembali sekitar Rp30-an juta pak, karena mintanya saat itu saya benar-benar intens dengan terus datang ke kantor untuk meminta uangnya kembali hingga akhirnya saya meminta jaminan BPKB akhirnya mereka bersedia mengembalikan sejumlah itu. Tapi sekarang uang saya masih ada di sana sekitar Rp100 juta," kata dia

Para korban yang sempat mendatangi Polres Metro Bekasi sembari membawa barang bukti transferan dan bukti akad transaksi. Mereka berharap pihak kepolisian segera membongkar penipuan yang merugikan banyak masyarakat itu.