Kisah Haru Nurfida, Anak yang Lari Kencang saat Terjadi Erupsi Gunung Semeru

 


Berikut kisah haru Nurfida, bocah yang lari selamatkan diri dari erupsi Gunung Semeru hingga 6 jam bertahan tanpa orang tua. /Instagram/@littleproject.idn

 Nurfida, anak berumur 7 tahun sempat terekam kamera ketika hendak menyelamatkan diri saat terjadinya erupsi Gunung Semeru.

Videonya tersebut sempat viral bahkan mendunia karena merekam detik-detik terjadinya erupsi Gunung Semeru.

Dalam video yang tersebar, anak yang memakai kerudung berawana biru tosca itu tampak berlari kencang.

Saat berlari, tepat di belakangnya terlihat letusan Gunung Semeru membuat kepulan abu vulkanik semakin meninggi.

Dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari akun Instagram @littleproject.idn pada Sabtu, 11 Desember 2021 pada saat erupsi Nurfida diketahui sedang mengaji seperti biasanya.

Nurfida berangkat mengaji pukul 14.30, namun tak berselang lama ia bersama teman-temannya mendengar suara gemuruh dari luar masjid.

Hal itu sontak membuat seorang ustaz berteriak dan menyuruh Nurfida dan teman-temannya keluar untuk menyelamatkan diri.

Akhirnya Nurfida dan teman-temannya keluar dan berlari sekencang-kencangnya untuk menjauh dari Gunung Semeru dan berharap selamat dari bencana tersebut.

Nurfida merasakan panik karena hujan pasir mulai turun, dirinya pun terus berlari untuk mencari tempat berteduh.

Ketika berlari Nurfida pun sempat melihat bagaimana pohon-pohon runtuh akibat dari letusan gunung tersebut.

Kemudian dia melihat dan mendengar bagaimana orang-orang bersahutan mengumandangkan takbir dan azan untuk mendapatkan pertolongan.

Setelah jauh berlari dari tempat mengajinya yang dekat dengan Gunung Semeru, akhirnya Nurfida berlindung di sebuah masjid.

Di dalam masjid tersebut ia menunggu selama 2 jam sampai dengan erupsi Gunung Semeru selesai.

Di sisi lain, orang tua Nurfida kalang kabut mencari keberadaan anaknya tersebut.

Dengan rasa cemas, orang tuanya sempat mengira bahwa Nurfida tidak selamat dari bencana itu.

Beruntungnya, setelah 6 jam dari terjadinya erupsi Gunung Semeru, orang tua Nurfida menemukan anaknya tepat pukul 21.00.***