Tragis! Mahasiswi UB Bunuh Diri di Pusara Ayah. Depresi Setelah Dipaksa Aborsi?

 


Tagar #savenoviawidyasari mendadak jadi trending topic di Twitter selama tiga hari berturut-turut. Sejak Jumat malam hingga Sabtu (4/12), tagar itu di mendapat respon lebih dari 41 ribu cuitan. Netizen ramai-ramai mengutuk peristiwa yang menyangkut tagar tersebut. Usut punya usut ternyata ini berkaitan dengan kematian Novia Widyasari Rahayu, mahasiswi jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Novia ditemukan meninggal dunia di makam ayahnya di Dusun Sugihan Desa Japan, Kecamatan Sooko, pada Kamis (2/12) sekitar pukul 15.30 WIB. Novia sendiri merupakan warga Desa Japan, Kecamatan Sooko, Mojokerto.


Novia diduga bunuh diri. Ini diketahui dari adanya botol berisi minuman warna kecokelatan yang diduga racun. Botol itu terletak di samping jenazahnya.

Ada juga yang mengaggap kematian Novia karena depresi berat. Selain pernah mencoba gantung diri namun digagalkan ibunya, ia juga mengunggah di media sosialnya, hasil keterangan dokter yang menyetakan dirinya mengalami depresi mayor.


Namun kabar yang beredar di dunia maya lebih mengejutkan. Sebelum meninggal dunia, Novia ternyata rajin mengunggah curahan hatinya di aplikasi Quora. Iamengaku tertekan setelah diperkosa oleh kekasihnya yang berinisial R.

Setelah ketahuan hamil, keluarga R justru menyuruhnya aborsi. Keputusan ini membuat Novia sangat kecewa. Apalagi sikap R mendadak berubah cuek kepadanya. Padahal kondisi Novia ketika bayinya sudah digugurkan, cukup memprihatinkan. Ia harus menjalani rawat inap selama enam hari karena hal tersebut.

Tak lagi hamil ternyata membuat Novia makin depresi. Ia dianggap telah mencoreng kehormatan keluarga. Ia bahkan mengunggah screen shoot WA yang berisi caci maki paman kepadanya. Ketika Novia mengadu telah dianiaya orang lain, sang paman justru menyebutnya bodoh.


”Koen iki mahasiswa tapi kok goblok (Kamu itu mahasiswa, tapi kok bodoh, red),” tulis pamannya di screenshoot WA yang diunggah Novia pada 23 November itu.

Ayah Novia sendiri baru meninggal beberapa bulan yang lalu. Bahkan 100 harinya baru digelar. Karena itu Novia merasa sangat kehilangan dan tak ada lagi tempat untuk mengadu. Mungkinkah karena itu, dia memilih mengakhiri hidupnya. Kasihan Novia! *