Viral Syuting Sinetron di Pengungsian Korban Erupsi Gunung Semeru, Netizen: Siapa Beri Izin?

 


Muhammad Syahrul Ramadhan • 22 Desember 2021 17:58

Jakarta: Sebuah video yang menunjukkan proses syuting sinetron di lokasi pengungsian korban erupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur viral di media sosial. Diketahui sinetron tersebut berjudul Terpaksa Menikah Tuan Muda (TMTM).

Kejadian ini sontak membuat warga geram, terlebih dalam situasi masih berduka dan trauma yang membekas. Melalui unggahan akun Instagram @cakyo_saversemeru terdapat beberapa video dan foto proses syuting sinetron yang diperankan Chris Laurent dan Alisia Rininta tersebut.

Ketika kami relawan lokal, yang tidak punya nama untuk membantu saudara sendiri penuh dengan Drama. Sekarang Lokasi Pengungsian Justru dijadikan Lokasi Syuting Sebuah Drama,” tulis @cakyo_saversemeru yang merupakan relawan lokal, seperti dikutip Medcom.id, Rabu, 22 Desember 2021.


(Syuting sinetron di tempat pengungsian korban erupsi Gunung Semeru Instagram @cakyo_saversemeru)

Ini bencana bukan drama. Jangan jadikan bencana sebuah drama,” sambungnya.

Unggahan @cakyo_saversemeru ini mendapat sorotan dari netizen. Mereka merasa kesal dan menanyakan izin syuting sinetron tersebut.

Sopo sing ngewei ijin kui cak??? Cek penake (Siap yang kasih izin itu cak? kok enak sekali),” tulis salah satu netizen.

Kok yo iso metu ijinne kui lho. Iki piye tho (Kok bisa keluar izinnya. Ini gimana sih),” tulis netizen lainnya.

Marah banget Astagfirullah,” tulis netizen.

Selain itu, terdapat juga ajakan boikot sinetron tersebut. Terdapat poster yang bertuliskan “Warga Lumajang Boikot TMTM”.


(Ajakan boikot sinetron TMTM Instagram @cakyo_saversemeru)

Sebagai informasi, saat ini tercatat masih ada sebanyak 10.400 warga yang mengungsi di 406 titik pengungsian. Sebagian besar warga mengungsi di dalam wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Titik pengungsian masih terpusat di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Candipuro 21 titik dengan 4.645 jiwa, Pasirian 17 titik 1.732 jiwa dan Pronojiwo 4 titik 1.077 jiwa.

"Selain terpusat di tiga kecamatan, sebaran titik pengungsian lainnya berada di wilayah Kabupaten Lumajang, seperti Sumbersuko, Pasrujambe, dan Lumajang," ungkapnya.

Titik pengungsian di luar Kabupaten Lumajang teridentifikasi di Kabupaten Malang 9 titik dengan total 341 jiwa, Blitar 1 titik 20 jiwa, Probolinggo 1 titik 11 jiwa dan Jember 3 titik 13 jiwa.